Tantangan utama pendidikan vokasi saat ini adalah menyelaraskan keterampilan teknis siswa dengan kompetensi kewirausahaan yang adaptif terhadap pasar industri modern. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program Asistensi Mengajar ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan praktis siswa dalam melakukan diversifikasi produk perikanan bermutu komersial, membekali pemahaman manajemen usaha yang terpadu, serta menumbuhkan motivasi dan jiwa kewirausahaan siswa. Program ini dilaksanakan terhitung sejak 26 Januari sampai 18 Mei 2026 di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 9 Makassar, Sulawesi Selatan. Sasaran utama program mencakup mahasiswa, guru pamong, dan siswa kelas X serta XI Jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHPI). Metode pelaksanaan yang diterapkan adalah pendekatan participatory action melalui model praktik langsung (hands-on practice) terintegrasi yang dibagi ke dalam tiga fase, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan penutupan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek keterampilan teknis (hard skills) siswa dalam mengolah komoditas lokal berupa daging ikan tuna segar dan rumput laut menjadi produk inovatif fish burger yang higienis serta konsisten sesuai standar Good Manufacturing Practices (GMP). Di samping itu, siswa berhasil dibimbing secara kontekstual untuk menguasai metode pengemasan komersial menggunakan box makanan dan melakukan simulasi kalkulasi finansial Harga Pokok Penjualan (HPP) secara objektif. Muara dari program ini tecermin dari keberhasilan simulasi pemasaran langsung di tenant sekolah, yang secara kualitatif menstimulasi rasa percaya diri, kreativitas, motivasi, dan kemampuan public speaking siswa dalam melayani konsumen. Pelatihan integratif ini sukses melahirkan wirausaha muda vokasi kemaritiman yang kompeten dan siap mandiri.