Deaf adolescents often encounter psychological and social challenges that may affect the development of self-confidence. Communication barriers frequently limit their opportunities to build interpersonal relationships, develop positive self-perceptions, and express their abilities in social environments. In this context, self-esteem and social support are considered important factors that contribute to the development of self-confidence. This study aimed to examine the influence of self-esteem and social support on self-confidence among deaf adolescents in Surabaya. A quantitative approach with a correlational design was employed using multiple linear regression analysis. The study involved 62 respondents selected using a non-probability sampling technique with judgment sampling based on predetermined criteria. Data were collected using the Lauster Self-Confidence Scale, the Coopersmith Self-Esteem Scale, and the adapted Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). The findings revealed that self-esteem and social support simultaneously had a significant effect on self-confidence, explaining 34.1% of the variance. Individually, both variables also had positive and significant effects, with self-esteem emerging as the stronger predictor. These findings indicate that strengthening self-esteem and enhancing social support from family, peers, and the surrounding environment play an important role in improving self-confidence and facilitating better social adjustment among deaf adolescents. ABSTRAK Remaja tunarungu menghadapi berbagai tantangan dalam perkembangan psikologis dan interaksi sosial yang dapat memengaruhi kepercayaan diri. Keterbatasan dalam komunikasi sering kali menyebabkan kesulitan dalam membangun hubungan sosial, menerima diri, serta mengekspresikan kemampuan yang dimiliki. Dalam kondisi tersebut, self-esteem dan dukungan sosial dipandang sebagai faktor penting yang berkontribusi terhadap terbentuknya kepercayaan diri. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh self-esteem dan dukungan sosial terhadap kepercayaan diri pada remaja tunarungu di Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional melalui analisis regresi linear berganda. Subjek penelitian berjumlah 62 responden yang dipilih menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode judgment sampling berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Data dikumpulkan menggunakan skala kepercayaan diri Lauster, skala self-esteem Coopersmith, dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) yang telah diadaptasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-esteem dan dukungan sosial secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan diri dengan kontribusi sebesar 34,1%. Secara parsial, kedua variabel juga memberikan pengaruh positif dan signifikan, dengan self-esteem sebagai variabel yang memiliki pengaruh lebih dominan. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan self-esteem dan peningkatan dukungan sosial dari keluarga, teman, maupun lingkungan sekitar berperan penting dalam meningkatkan kepercayaan diri remaja tunarungu serta mendukung proses penyesuaian diri mereka di lingkungan sosial.