Khisol Syarif Asrori
Institut Agama Islam Al Aqidah Al Hasyimiyyah

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGEMBANGAN VISUAL BRANDING UNTUK MENINGKATKAN CITRA DAN PENGENALAN PETERNAKAN SAPI DI KAMPUNG BOJONG KAWUNG Chindy Salwa Wahyuni; Khisol Syarif Asrori; Joko Nugroho; Muslihan Habib; Pipin Yosepin; Antoni Ludfi Arifin
KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 3 (2026): KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peternakan sapi Madun Farm di Kampung Bojong Kawung, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor merupakan potensi lokal yang memiliki nilai ekonomi, sosial, dan edukatif, tetapi belum optimal dalam memperkenalkan karakter dan keunggulan usahanya karena belum memiliki identitas visual yang konsisten. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan visual branding sebagai strategi untuk memperkuat identitas, citra, dan pengenalan Madun Farm sebagai bagian dari potensi lokal. Kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa Institut Agama Islam Al Aqidah Al Hasyimiyyah pada 11 Agustus 2026 pukul 09.00–12.00 WIB dengan menggunakan pendekatan partisipatif. Metode kegiatan meliputi observasi kondisi peternakan, penyampaian materi mengenai visual branding dan identitas visual, diskusi, pendampingan, serta evaluasi melalui observasi partisipasi dan diskusi akhir. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa proses visual branding memberikan pemahaman kepada peternak mengenai pentingnya identitas visual yang meliputi logo, warna, tipografi, simbol, dan media komunikasi yang konsisten. Keterlibatan peternak dan mahasiswa dalam proses diskusi membantu mengidentifikasi unsur visual yang sesuai dengan karakter dan lingkungan Madun Farm. Kegiatan ini menghasilkan dasar pengembangan identitas visual yang dapat diterapkan pada media fisik dan digital. Namun, pengukuran kuantitatif terhadap perubahan citra belum dilakukan sehingga diperlukan evaluasi lanjutan untuk mengukur efektivitas branding secara lebih terukur.