Viola Malta Ramadhani
Universitas Negeri Malang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Profesionalisme Operasional Dan Manajemen Fasilitas Bengkel Gama Jaya Motor Melalui Seragam Kerja Ergonomis Berbasis K3 Viola Malta Ramadhani; Riana Nurmalasari; Felda Nahdah Erfarras; Nemesius Bambang Revantoro; Pranoto Pranoto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdimas)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/abdimas.v4i1.14117

Abstract

Pekerjaan mekanik otomotif melibatkan postur membungkuk, jongkok, berlutut, dan menjangkau komponen kendaraan dalam durasi relatif lama sehingga berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan muskuloskeletal. Bengkel Gama Jaya Motor juga belum memiliki seragam kerja terstandar yang mengintegrasikan kebutuhan ergonomi, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta identitas visual usaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan merancang dan menerapkan seragam kerja ergonomis berbasis K3 sebagai bagian dari peningkatan profesionalisme operasional dan manajemen fasilitas bengkel. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif yang mencakup survei kebutuhan, observasi postur kerja, pengukuran antropometri, perancangan model two-piece, produksi, implementasi, monitoring, dan edukasi K3. Program menghasilkan 10 set seragam kerja berbahan cotton-poly blend dan durable grey cargo canvas yang dilengkapi kancing tersembunyi, saku utilitas, penguat pada area duduk, serta identitas bengkel. Berdasarkan observasi penggunaan dan tanggapan mitra, model two-piece dinilai lebih leluasa dan nyaman dibandingkan wearpackterusan, sedangkan perpaduan warna abu-abu dan krem memperkuat standar visual bengkel. Kegiatan ini menunjukkan bahwa perancangan seragam berdasarkan kebutuhan pengguna dapat mendukung kenyamanan kerja, keselamatan operasional, dan citra profesional usaha. Evaluasi kuantitatif lanjutan tetap diperlukan untuk mengukur perubahan risiko gangguan muskuloskeletal dan beban kerja secara objektif.