Penggunaan mulsa plastik merupakan salah satu teknik budidaya tanaman yang banyak diterapkan pada lahan hortikultura karena berfungsi menjaga kelembapan tanah, menekan pertumbuhan gulma, mengurangi percikan tanah ke tanaman, serta membantu menciptakan kondisi mikroklimat yang lebih mendukung pertumbuhan tanaman. Namun, keterampilan penggunaan mulsa plastik belum sepenuhnya dikuasai oleh siswa sekolah kejuruan, terutama pada aspek persiapan lahan, pembentukan bedengan, pemasangan mulsa, pembuatan lubang tanam, penanaman bibit, dan pengelolaan limbah mulsa setelah digunakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktik budidaya tanaman bagi siswa SMK Negeri 5 Jeneponto melalui pelatihan penggunaan mulsa plastik. Kegiatan dilaksanakan di SMK Negeri 5 Jeneponto yang berlokasi di Dusun Ta'bing Tinggia, Kelurahan Bulujaya, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui tiga tahapan, yaitu sosialisasi konsep budidaya tanaman bermulsa, praktik langsung pemasangan mulsa plastik dan penanaman bibit, serta diskusi dan evaluasi hasil kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mampu memahami fungsi mulsa plastik, mempraktikkan teknik pemasangan mulsa pada bedengan, membuat lubang tanam secara lebih teratur, serta melakukan penanaman bibit dengan memperhatikan jarak tanam dan kerapian lahan. Pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi praktik siswa dalam bidang budidaya tanaman, mendukung pembelajaran berbasis proyek, dan menumbuhkan sikap peduli terhadap pengelolaan lahan pertanian secara produktif dan bertanggung jawab.