Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Assistance in Making Organic Fertilizer Made from Organic Waste in Farmer Groups Reski Praja Putra; Indrayani Indrayani; Lahming Lahming; Amiruddin Hambali; Jusran Jusran
Jurnal Sipakatau: Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): December
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/jsipakatau.v1i6.2455

Abstract

Banggae is a sub-district located in the city of Majene, West Sulawesi. Generally, the livelihoods of the people in this area are farmers and livestock breeders. One of the representatives of the farmer group in the city of Majene expressed their desire to be assisted and trained in making organic fertilizer. This is based on the large amount of agricultural waste that has not been utilized properly, so organic waste has no economic value. Based on the results of the discussion, one of the solutions offered by the community service team as a form of implementing the tri dharma of higher education to overcome partner problems is to provide training and assistance through optimizing the use of local agricultural waste and household organic waste in producing organic fertilizer. Implementation is carried out through counseling, providing materials, and demonstrations. The process of making organic fertilizer in this activity uses materials that are easily obtained in Banggae District, including banana stems, fruit and vegetable waste, leaves, cow dung, goat dung, and rice washing water. The carbon source is a brown sugar solution mixed with effective microorganism 4 (EM4) as a biocultivator. The method applied is anaerobic microaerophilically using tarpaulin as a fermentation place. The fermentation process lasts for 2 weeks. The results of the mentoring show that the Banggae District farmer group can practice making organic fertilizer from household and agricultural waste independently using EM4 as a biocultivator.
PKM Produksi Kascing Oleh Masyarakat Tani di Desa Barang Kabupaten Soppeng Amirah Mustarin; Lahming Lahming; Indrayani Indrayani; Nur Rahmah; Asrijal Asrijal
Jurnal Sipakatau: Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2024): June
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/jsipakatau.v1i4.2419

Abstract

PKM for vermicompost farming communities in Barang Village, Liliriaja District, Soppeng Regency is a new technology and innovation implemented to overcome waste problems. The farmer group involved is Wanita Tani Melati, which is a group of oyster mushroom cultivators. One of the organic wastes that has not been processed by the community is baglog waste from oyster mushroom cultivation. The technology introduced to the local community is the use of baglog waste from oyster mushroom cultivation as a medium for cultivating worms Lumbricus rubellus where the results of the metabolism of the worms become vermicompost which is better than ordinary compost which can be directly applied to plants. This PKM was carried out in 2 stages, namely the training stage which lasted 1 day and the vermicompost production stage using baglog waste media and Lumbricus rubellus worms and assistance for 4 months. From this PKM activity, 200 kg of vermicompost was successfully produced in a period of 2 months. It is hoped that making vermicompost independently can be a solution for farmers so that they do not depend on synthetic fertilizers purchased or subsidized by the government and can also increase income for oyster mushroom farmers from the sale of vermicompost and worms.
PKM Peningkatan Keterampilan Kelompok Wanita Tani Melalui Pembuatan Gula Semut Di Desa Bungaeja Kabupaten Gowa Nur Rahmah; Amirah Mustarin; Reski Praja Putra; Indrayani Indrayani; Ervi Novitasari
Jurnal Sipakatau: Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2024): June
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/jsipakatau.v1i4.2420

Abstract

This Community Service Program (PKM) was carried out as an effort to improve the knowledge and skills of the farmer women's group in Bungaejaja village, Gowa Regency. The problems found in the peasant women's group are the lack of skills of farm women and unused free time to contribute to the family's livelihood. The purpose of this community empowerment activity is to improve the skills of farmer women groups through making ant sugar, Partners will be able to know how to make good quality ant sugar by paying attention to the factors in the manufacturing process so that farm women will know the procedures and principles of making ant sugar and the characteristics of the ant sugar produced. The method applied in this activity is a descriptive method, with a lecture, discussion, and demonstration approach. The expected result of this training is that the farmer women's group can improve theoretical and practical competence in making ant sugar with good and correct manufacturing procedures and principles to produce good quality ant sugar.
Optimalisasi Pembelajaran Agribisnis Tanaman Hias melalui Pendampingan Praktik Perbanyakan Tanaman dengan Metode Stek di SMKN 5 Jeneponto Rivika Leban; Indrayani Indrayani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdimas)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/abdimas.v4i1.14040

Abstract

Kegiatan pengabdian ini ini bertujuan untuk mengoptimalkan pembelajaran Agribisnis Tanaman Hias melalui pendampingan praktik perbanyakan tanaman menggunakan metode stek pada peserta didik kelas XI Program Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) di SMKN 5 Jeneponto. Permasalahan yang dihadapi sekolah adalah masih terbatasnya penerapan pembelajaran berbasis praktik yang mampu meningkatkan keterampilan peserta didik dalam melakukan perbanyakan tanaman secara vegetatif. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, penyuluhan materi, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi hasil kegiatan. Peserta diberikan pemahaman mengenai konsep dasar perbanyakan vegetatif, pemilihan tanaman induk, teknik pemotongan stek, penggunaan media tanam, hingga pemeliharaan bibit setelah penanaman. Evaluasi dilakukan melalui observasi keterampilan peserta selama praktik serta penilaian terhadap keberhasilan stek yang dilakukan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta didik memiliki antusiasme yang tinggi selama mengikuti pendampingan. Kemampuan peserta dalam memahami prosedur perbanyakan tanaman meningkat, ditandai dengan meningkatnya keterampilan dalam memilih bahan stek, menyiapkan media tanam, serta melakukan penanaman sesuai prosedur yang benar. Pendampingan praktik secara langsung memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna dibandingkan pembelajaran teori semata. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi peserta didik dalam bidang agribisnis tanaman hias sekaligus mendukung implementasi pembelajaran berbasis praktik di sekolah kejuruan.
Pelatihan Penggunaan Mulsa Plastik untuk Meningkatkan Keterampilan Praktik Budidaya Tanaman bagi Siswa SMK Negeri 5 Jeneponto Imelda Imelda; Indrayani Indrayani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdimas)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/abdimas.v4i1.14129

Abstract

Penggunaan mulsa plastik merupakan salah satu teknik budidaya tanaman yang banyak diterapkan pada lahan hortikultura karena berfungsi menjaga kelembapan tanah, menekan pertumbuhan gulma, mengurangi percikan tanah ke tanaman, serta membantu menciptakan kondisi mikroklimat yang lebih mendukung pertumbuhan tanaman. Namun, keterampilan penggunaan mulsa plastik belum sepenuhnya dikuasai oleh siswa sekolah kejuruan, terutama pada aspek persiapan lahan, pembentukan bedengan, pemasangan mulsa, pembuatan lubang tanam, penanaman bibit, dan pengelolaan limbah mulsa setelah digunakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktik budidaya tanaman bagi siswa SMK Negeri 5 Jeneponto melalui pelatihan penggunaan mulsa plastik. Kegiatan dilaksanakan di SMK Negeri 5 Jeneponto yang berlokasi di Dusun Ta'bing Tinggia, Kelurahan Bulujaya, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui tiga tahapan, yaitu sosialisasi konsep budidaya tanaman bermulsa, praktik langsung pemasangan mulsa plastik dan penanaman bibit, serta diskusi dan evaluasi hasil kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mampu memahami fungsi mulsa plastik, mempraktikkan teknik pemasangan mulsa pada bedengan, membuat lubang tanam secara lebih teratur, serta melakukan penanaman bibit dengan memperhatikan jarak tanam dan kerapian lahan. Pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi praktik siswa dalam bidang budidaya tanaman, mendukung pembelajaran berbasis proyek, dan menumbuhkan sikap peduli terhadap pengelolaan lahan pertanian secara produktif dan bertanggung jawab.