Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penanganan Kecemasan Berbasis Pendekatan Kognitif pada Mahasiswa dengan Gangguan Konsentrasi: Studi Kasus Shirley Venissa; Andik Matulessy
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.821

Abstract

Kecemasan yang dipicu oleh pikiran otomatis negatif dapat memengaruhi kemampuan konsentrasi individu, terutama pada mahasiswa yang menghadapi berbagai tuntutan akademik dan psikososial. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan proses asesmen psikologis, konseptualisasi kasus, serta penerapan intervensi cognitive restructuring untuk mengurangi kecemasan yang berdampak pada konsentrasi. Penelitian menggunakan metode studi kasus terhadap seorang mahasiswa perempuan berusia 21 tahun yang mengeluhkan kesulitan berkonsentrasi selama menjalani perkuliahan akibat kekhawatiran berulang terkait konflik keluarga, tekanan finansial, dan tuntutan peran. Proses asesmen dilakukan melalui wawancara, observasi, DASS (Depression Anxiety Stress Scale), 16 Personality Factors (16PF), Sacks Sentence Completion Test (SSCT), serta tes grafis (DAP, BAUM, dan HTP). Hasil asesmen menunjukkan bahwa klien mengalami kecemasan pada kategori sangat berat yang ditandai dengan munculnya pikiran otomatis negatif, kecenderungan overthinking, dan penurunan kemampuan mempertahankan konsentrasi. Berdasarkan konseptualisasi kasus menggunakan teori kognitif Beck, intervensi dilakukan melalui empat sesi yang meliputi teknik journaling, psikoedukasi mengenai hubungan antara pikiran, emosi, dan perilaku, cognitive restructuring, serta evaluasi. Hasil intervensi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan klien dalam mengenali dan mengevaluasi pikiran otomatis negatif, mengelola respons emosional, serta mempertahankan fokus selama menyelesaikan tugas akademik. Temuan ini menunjukkan bahwa cognitive restructuring berpotensi menjadi intervensi yang efektif dalam membantu individu mengurangi kecemasan yang berkaitan dengan distorsi kognitif dan meningkatkan fungsi konsentrasi.
Penanganan Kecemasan Berbasis Pendekatan Kognitif pada Mahasiswa dengan Gangguan Konsentrasi: Studi Kasus Shirley Venissa; Andik Matulessy
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.821

Abstract

Kecemasan yang dipicu oleh pikiran otomatis negatif dapat memengaruhi kemampuan konsentrasi individu, terutama pada mahasiswa yang menghadapi berbagai tuntutan akademik dan psikososial. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan proses asesmen psikologis, konseptualisasi kasus, serta penerapan intervensi cognitive restructuring untuk mengurangi kecemasan yang berdampak pada konsentrasi. Penelitian menggunakan metode studi kasus terhadap seorang mahasiswa perempuan berusia 21 tahun yang mengeluhkan kesulitan berkonsentrasi selama menjalani perkuliahan akibat kekhawatiran berulang terkait konflik keluarga, tekanan finansial, dan tuntutan peran. Proses asesmen dilakukan melalui wawancara, observasi, DASS (Depression Anxiety Stress Scale), 16 Personality Factors (16PF), Sacks Sentence Completion Test (SSCT), serta tes grafis (DAP, BAUM, dan HTP). Hasil asesmen menunjukkan bahwa klien mengalami kecemasan pada kategori sangat berat yang ditandai dengan munculnya pikiran otomatis negatif, kecenderungan overthinking, dan penurunan kemampuan mempertahankan konsentrasi. Berdasarkan konseptualisasi kasus menggunakan teori kognitif Beck, intervensi dilakukan melalui empat sesi yang meliputi teknik journaling, psikoedukasi mengenai hubungan antara pikiran, emosi, dan perilaku, cognitive restructuring, serta evaluasi. Hasil intervensi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan klien dalam mengenali dan mengevaluasi pikiran otomatis negatif, mengelola respons emosional, serta mempertahankan fokus selama menyelesaikan tugas akademik. Temuan ini menunjukkan bahwa cognitive restructuring berpotensi menjadi intervensi yang efektif dalam membantu individu mengurangi kecemasan yang berkaitan dengan distorsi kognitif dan meningkatkan fungsi konsentrasi.