Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Social support, grit, and academic stress among MBKM students Aurelia Vania Diastari; Andik Matulessy
Bahasa Indonesia Vol 6 No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : School of Tourism, Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/jtce.v6i1.6395

Abstract

Since its implementation in 2020, the Merdeka Belajar - Kampus Merdeka (MBKM) program has produced both positive and negative impacts on students. It enhances soft skills, cognitive abilities, social competence, scientific literacy, and problem-solving skills. However, it also creates challenges such as time management difficulties, limited communication with lecturers, and increased physical and mental fatigue, which contribute to rising academic stress. Initial data from 78 students showed an average academic stress score of 42.4 for non-participants, while MBKM participants reached 51.1. This study aims to assess the predictive role of social support and grit on academic stress in MBKM students. A total of 224 students from various regions in Indonesia participated in this quantitative study. Analysis was conducted using multiple linear regression in SPSS. The results showed that social support and persistence were significantly related to academic stress (0.000 < 0.05), with F = 48.472 (greater than F table = 3.09) and R² = 0.305. This means that 30.5% of the variation in academic stress can be explained by social support (4.69%) and persistence (25.8%). The regression coefficients of social support (-0.225) and persistence (-0.866) indicate that an increase in both factors is associated with a decrease in academic stress. Overall, this study concludes that persistence is a stronger predictor of academic stress in MBKM students.
Analysis of Global Challenges in Contemporary Islamic The Mediating Role of Quiet Quitting in the Relationship Between Employee Engagement and Turnover Intention in Generation Z Employees Balqis Salma Labibah; Andik Matulessy; Rr. Amanda Pascarini
Assyfa Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Assyfa Journal of Islamic Studies
Publisher : CV. Bimbingan Belajar Assyfa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61650/ajis.v4i2.1134

Abstract

The high turnover intention among Generation Z employees in Indonesia has become a concern for organizations because it impacts increased recruitment costs, disrupted human resource stability, and decreased productivity. Generation Z tends to prioritize flexibility, meaningful work, and work-life balance. Therefore, when these expectations are not met, employees are potentially disengaged, manifested through quiet quitting behavior. This study aims to analyze the relationship between employee engagement and turnover intention, with quiet quitting as a mediator variable among Generation Z employees in Indonesia. The study used a quantitative approach with a correlational design and a survey method with 213 respondents selected using purposive sampling. The research instruments included the Employee Engagement Scale, the Quiet Quitting Scale, and the Turnover Intention Scale. Data analysis was conducted using Structural Equation Modeling (SEM). The results showed that employee engagement negatively impacted turnover intention and quiet quitting, while quiet quitting positively impacted turnover intention and mediated the relationship between employee engagement and turnover intention.
Penanganan Kecemasan Berbasis Pendekatan Kognitif pada Mahasiswa dengan Gangguan Konsentrasi: Studi Kasus Shirley Venissa; Andik Matulessy
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.821

Abstract

Kecemasan yang dipicu oleh pikiran otomatis negatif dapat memengaruhi kemampuan konsentrasi individu, terutama pada mahasiswa yang menghadapi berbagai tuntutan akademik dan psikososial. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan proses asesmen psikologis, konseptualisasi kasus, serta penerapan intervensi cognitive restructuring untuk mengurangi kecemasan yang berdampak pada konsentrasi. Penelitian menggunakan metode studi kasus terhadap seorang mahasiswa perempuan berusia 21 tahun yang mengeluhkan kesulitan berkonsentrasi selama menjalani perkuliahan akibat kekhawatiran berulang terkait konflik keluarga, tekanan finansial, dan tuntutan peran. Proses asesmen dilakukan melalui wawancara, observasi, DASS (Depression Anxiety Stress Scale), 16 Personality Factors (16PF), Sacks Sentence Completion Test (SSCT), serta tes grafis (DAP, BAUM, dan HTP). Hasil asesmen menunjukkan bahwa klien mengalami kecemasan pada kategori sangat berat yang ditandai dengan munculnya pikiran otomatis negatif, kecenderungan overthinking, dan penurunan kemampuan mempertahankan konsentrasi. Berdasarkan konseptualisasi kasus menggunakan teori kognitif Beck, intervensi dilakukan melalui empat sesi yang meliputi teknik journaling, psikoedukasi mengenai hubungan antara pikiran, emosi, dan perilaku, cognitive restructuring, serta evaluasi. Hasil intervensi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan klien dalam mengenali dan mengevaluasi pikiran otomatis negatif, mengelola respons emosional, serta mempertahankan fokus selama menyelesaikan tugas akademik. Temuan ini menunjukkan bahwa cognitive restructuring berpotensi menjadi intervensi yang efektif dalam membantu individu mengurangi kecemasan yang berkaitan dengan distorsi kognitif dan meningkatkan fungsi konsentrasi.
Penanganan Kecemasan Berbasis Pendekatan Kognitif pada Mahasiswa dengan Gangguan Konsentrasi: Studi Kasus Shirley Venissa; Andik Matulessy
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.821

Abstract

Kecemasan yang dipicu oleh pikiran otomatis negatif dapat memengaruhi kemampuan konsentrasi individu, terutama pada mahasiswa yang menghadapi berbagai tuntutan akademik dan psikososial. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan proses asesmen psikologis, konseptualisasi kasus, serta penerapan intervensi cognitive restructuring untuk mengurangi kecemasan yang berdampak pada konsentrasi. Penelitian menggunakan metode studi kasus terhadap seorang mahasiswa perempuan berusia 21 tahun yang mengeluhkan kesulitan berkonsentrasi selama menjalani perkuliahan akibat kekhawatiran berulang terkait konflik keluarga, tekanan finansial, dan tuntutan peran. Proses asesmen dilakukan melalui wawancara, observasi, DASS (Depression Anxiety Stress Scale), 16 Personality Factors (16PF), Sacks Sentence Completion Test (SSCT), serta tes grafis (DAP, BAUM, dan HTP). Hasil asesmen menunjukkan bahwa klien mengalami kecemasan pada kategori sangat berat yang ditandai dengan munculnya pikiran otomatis negatif, kecenderungan overthinking, dan penurunan kemampuan mempertahankan konsentrasi. Berdasarkan konseptualisasi kasus menggunakan teori kognitif Beck, intervensi dilakukan melalui empat sesi yang meliputi teknik journaling, psikoedukasi mengenai hubungan antara pikiran, emosi, dan perilaku, cognitive restructuring, serta evaluasi. Hasil intervensi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan klien dalam mengenali dan mengevaluasi pikiran otomatis negatif, mengelola respons emosional, serta mempertahankan fokus selama menyelesaikan tugas akademik. Temuan ini menunjukkan bahwa cognitive restructuring berpotensi menjadi intervensi yang efektif dalam membantu individu mengurangi kecemasan yang berkaitan dengan distorsi kognitif dan meningkatkan fungsi konsentrasi.