Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi adaptasi mata pencaharian nelayan Bajo dalam mempertahankan ketahanan sosial komunitas di tengah ekspansi pertambangan nikel di Pulau Wawonii. Penelitian dilakukan di Desa Langara Bajo, Kecamatan Wawonii Barat, Kabupaten Konawe Kepulauan. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-method dengan dominasi kualitatif dan dukungan data kuantitatif deskriptif. Informan penelitian berjumlah 10 orang yang dipilih secara purposif, meliputi nelayan Bajo, perempuan dalam rumah tangga nelayan, aparat desa, tokoh masyarakat, serta pihak pemerintah daerah yang berkaitan dengan perikanan dan perencanaan pembangunan. Data kuantitatif diperoleh melalui survei terhadap 30 responden rumah tangga nelayan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, FGD, survei, dokumentasi, dan data sekunder, kemudian dianalisis secara tematik dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspansi pertambangan nikel menghadirkan situasi ambivalen bagi nelayan Bajo karena membuka peluang pasar baru bagi hasil tangkapan, tetapi juga memunculkan ketidakpastian sosial-ekologis pada ruang pesisir. Nelayan Bajo mengembangkan strategi adaptasi melalui penyesuaian musim dan wilayah tangkap, perluasan pemasaran, keterlibatan perempuan, diversifikasi pekerjaan, serta dukungan kelembagaan. Kebaruan penelitian ini terletak pada penjelasan bahwa strategi adaptasi mata pencaharian tidak hanya berfungsi mempertahankan ekonomi rumah tangga, tetapi juga membangun ketahanan sosial komunitas. Dengan demikian, artikel ini memperluas kajian sustainable livelihood dan social resilience dalam konteks ekspansi industri ekstraktif di pulau kecil.