Joddie Calviano
Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Universitas Tarumanagara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS HASIL UJI TRIAXIAL TANAH LANAU KELEMPUNGAN DENGAN VARIASI KADAR KAPUR DAN WAKTU PEMERAMAN Joddie Calviano; Daniel Christianto; Amelia Yuwono
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 3, Agustus 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i3.37394

Abstract

Coastal mangrove areas in Indonesia generally comprise very soft clayey silt with high water content, large void ratio, and very low shear strength, making soil improvement a prerequisite before the land can be used for construction. As a form of process innovation in geotechnical stabilization, this study examines the effect of burnlime (CaO) at 3%, 6%, 9%, and 12% combined with curing times of 3, 7, and 14 days on the shear strength parameters of clayey silt from Lembur Mangrove Patikang, Pandeglang, Banten. Specimens were molded at the optimum moisture content from standard Proctor compaction and tested using the Unconsolidated-Undrained triaxial method (ASTM D2850-15; SNI 4813:2015). Both cohesion and internal friction angle increased progressively with rising lime content and curing time. Since values at 12% remain higher than at 9%, the optimum lime content has not been exceeded within the studied range. However, results show a trend toward the optimum, indicated by the rate of increase in shear strength parameters that begins to level off between 9% and 12% lime. At 12% lime with 14 days of curing, c = 1.1 kg/cm² and  = 31°, equivalent to increases of about 264.7% and 36.6% relative to the compacted natural soil. Abstrak Kawasan pesisir mangrove di Indonesia umumnya tersusun atas tanah lanau kelempungan sangat lunak dengan kadar air tinggi, angka pori besar, serta kuat geser sangat rendah, sehingga perbaikan tanah menjadi syarat sebelum lahan dapat dimanfaatkan untuk konstruksi. Sebagai bentuk inovasi proses dalam stabilisasi geoteknik, penelitian ini meninjau pengaruh kadar kapur tohor (CaO) sebesar 3%, 6%, 9%, dan 12% yang dikombinasikan dengan waktu pemeraman 3, 7, dan 14 hari terhadap parameter kuat geser tanah lanau kelempungan dari Lembur Mangrove Patikang, Pandeglang, Banten. Benda uji dicetak pada kadar air optimum hasil kompaksi proktor standar dan diuji dengan metode triaxial Tidak Terkonsolidasi-Tidak Terdrainase (ASTM D2850-15; SNI 4813:2015). Kohesi maupun sudut geser dalam meningkat progresif seiring bertambahnya kadar kapur dan lamanya pemeraman. Karena nilai pada kadar 12% masih lebih tinggi dari kadar 9%, kadar kapur optimum belum terlampaui pada rentang variasi yang diteliti. Namun, hasil pengujian menunjukkan kecenderungan menuju kondisi optimum, yang ditandai dengan laju peningkatan parameter kuat geser yang mulai melandai pada rentang kadar kapur 9% hingga 12%. Pada kadar 12% dengan pemeraman 14 hari diperoleh c = 1,1 kg/cm2 dan  = 31°, atau setara peningkatan sekitar 264,7% dan 36,6% terhadap tanah asli terkompaksi.