Pelayanan kapal di pelabuhan merupakan unsur penting dalam kelancaran transportasi laut dan distribusi logistik, namun digitalisasi pelayanan melalui Inaportnet di berbagai pelabuhan masih menghadapi kendala teknis dan nonteknis. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi Service Level Agreement (SLA) dalam pelayanan kapal melalui Sistem Inaportnet pada UPP Kelas III Atapupu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan studi dokumentasi terhadap laporan Monitoring dan Evaluasi Inaportnet Semester I Tahun 2026. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan Sistem Inaportnet dalam pelayanan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) mencapai 71,23%, sedangkan 28,77% pelayanan masih dilakukan secara manual. Capaian pelayanan sesuai SLA mencapai 77,67%, sementara 22,33% layanan belum memenuhi standar waktu yang ditetapkan. Meskipun demikian, tingkat kepuasan pengguna berada pada kategori sangat puas, yaitu 93,60% untuk Admin Pelabuhan, 96,18% untuk Agen Pelayaran, dan 90,00% untuk Badan Usaha Pelabuhan. Kendala utama implementasi SLA meliputi gangguan konektivitas, pemeliharaan server pusat, pelayanan manual pada jenis layanan tertentu, serta kurang optimalnya adaptasi pengguna terhadap pembaruan Sistem Inaportnet. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi SLA melalui Inaportnet telah berjalan cukup baik, tetapi masih memerlukan optimalisasi melalui peningkatan infrastruktur teknologi informasi, pelatihan pengguna, integrasi layanan manual, serta penguatan koordinasi antar pemangku kepentingan.