Program Pemagangan Dalam Negeri merupakan salah satu kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kompetensi, pengalaman kerja, dan kesiapan tenaga kerja agar mampu memenuhi kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan Program Pemagangan Dalam Negeri dalam mendukung penyerapan tenaga kerja di Provinsi Gorontalo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap unsur Dinas Tenaga Kerja, ESDM dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo, perusahaan mitra, Balai Latihan Kerja, peserta dan alumni pemagangan, serta unsur masyarakat. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman dan SaldaƱa yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis implementasi menggunakan perspektif Edward III yang meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Pemagangan Dalam Negeri di Provinsi Gorontalo telah dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, penetapan peserta dan perusahaan mitra, pelaksanaan pemagangan, pembinaan, serta evaluasi. Program memberikan kontribusi terhadap peningkatan keterampilan teknis, pengalaman kerja, disiplin, dan kesiapan peserta memasuki pasar kerja. Tingkat penyerapan peserta menunjukkan perkembangan positif, yaitu 41% pada tahun 2023, 70% pada tahun 2024, dan 72% pada tahun 2025. Namun, pelaksanaan program belum sepenuhnya optimal karena masih menghadapi keterbatasan anggaran, kuota dan jumlah perusahaan mitra, monitoring dan pengawasan yang terbatas, integrasi dengan lembaga pelatihan yang belum optimal, serta perbedaan kesiapan peserta. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kemitraan pemerintah dengan dunia usaha dan dunia industri, peningkatan dukungan anggaran, penguatan monitoring, serta strategi tindak lanjut penempatan alumni.