Keracunan makanan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang dapat menyebabkan kejadian luar biasa (KLB) dengan dampak terhadap angka kesakitan dan kematian. Rendahnya pengetahuan dan kesiapsiagaan dalam memberikan pertolongan pertama dapat meningkatkan risiko komplikasi pada korban keracunan makanan. Edukasi pertolongan pertama merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi kejadian tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi pertolongan pertama terhadap kesiapsiagaan siswa dalam penanganan keracunan makanan di SMP Negeri 14 Halmahera Utara. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan quasi-experimental menggunakan rancangan one group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMP Negeri 14 Halmahera Utara, dengan sampel sebanyak 54 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen adalah edukasi pertolongan pertama, sedangkan variabel dependen adalah kesiapsiagaan siswa dalam penanganan keracunan makanan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kesiapsiagaan yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi edukasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kesiapsiagaan siswa setelah diberikan edukasi pertolongan pertama. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan edukasi pertolongan pertama terhadap kesiapsiagaan siswa dalam penanganan keracunan makanan di SMP Negeri 14 Halmahera Utara. Kesimpulan edukasi pertolongan pertama berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kesiapsiagaan siswa dalam penanganan keracunan makanan. Edukasi ini dapat dijadikan sebagai salah satu strategi promotif dan preventif di lingkungan sekolah untuk meningkatkan kesiapan siswa dalam menghadapi kejadian keracunan makanan serta mendukung pelaksanaan program kesehatan sekolah.