Neneng Rachmalia Izzatul Mukhlishah
Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Mataram, Mataram, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STUDI ETNOMEDISIN TUMBUHAN OBAT CEDERA OLEH PENGOBAT TRADISIONAL DI DESA LENEK, LOMBOK TIMUR Berlian Caterine Meizora; Neneng Rachmalia Izzatul Mukhlishah; Kurniasih Sukenti
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.61865

Abstract

Cedera menyebabkan hampir 8% kematian global setiap tahun dan sering ditangani secara mandiri oleh masyarakat sebelum memperoleh pelayanan medis. Masyarakat Desa Lenek, Kecamatan Lenek, Kabupaten Lombok Timur, masih mengandalkan pengobatan tradisional oleh belian menggunakan ramuan tumbuhan untuk mengatasi cedera seperti keseleo, patah tulang, luka terbuka, dan luka bakar, namun pengetahuan ini belum banyak terdokumentasi secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi komposisi ramuan tumbuhan yang digunakan, cara pembuatan dan pemakaiannya, serta menilai tingkat kepentingan tumbuhan tersebut. Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif ini melibatkan tujuh belian sebagai informan yang dipilih melalui snowball sampling di 14 dusun Desa Lenek pada Januari sampai Februari 2025. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur berpedoman dan observasi, kemudian dianalisis secara deskriptif serta dengan perhitungan Index of Cultural Significance dan Fidelity Level. Ditemukan 17 ramuan untuk mengobati cedera, terdiri atas 16 bahan tumbuhan dari 11 famili dan 6 bahan non-tumbuhan. Ramuan umumnya dibuat dengan cara ditumbuk, lalu dioleskan atau ditempelkan pada area cedera dengan frekuensi satu hingga tiga kali sehari. Nilai ICS tertinggi diperoleh kelor (Moringa oleifera Lamk.) sebesar 64, sedangkan nilai FL tertinggi dicapai sirih (Piper betle L.) pada pengobatan keseleo dan kunyit (Curcuma longa L.) pada pengobatan luka terbuka, masing-masing sebesar 75%. Masyarakat Desa Lenek memiliki pengetahuan etnomedisin yang beragam dalam meracik dan memanfaatkan tumbuhan obat untuk mengatasi cedera, dengan tingkat kepentingan tumbuhan yang berbeda-beda berdasarkan nilai ICS dan FL, sehingga berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai bahan baku obat herbal berbasis bukti.