Penelitian ini bertujuan membandingkan kadar magnesium serum antara pasien VCI-ND dan VaD di Poliklinik Memori RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Penelitian observasional analitik dengan pendekatan komparatif dilakukan pada 62 pasien stroke iskemik dengan gangguan kognitif yang terdiri atas 31 pasien VCI-ND dan 31 pasien VaD selama periode Januari–April 2026. Diagnosis ditegakkan berdasarkan kriteria NINDS-AIREN dan pemeriksaan MoCA-INA. Kadar magnesium serum dikategorikan menjadi hipomagnesemia (<1,8 mg/dL) dan normal. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan Mann–Whitney, kemudian dilanjutkan dengan regresi logistik multivariat metode backward stepwise. Tidak ditemukan perbedaan bermakna pada karakteristik demografi, indeks massa tubuh, maupun komorbiditas antara kedua kelompok. Perbedaan bermakna ditemukan pada lokasi lesi (p = 0,002; POR 9,158) dan kadar magnesium serum (p = 0,011; POR 5,133). Proporsi hipomagnesemia lebih tinggi pada kelompok VaD dibandingkan kelompok VCI-ND (35,5% vs. 9,7%), sedangkan lesi strategic infarct lebih sering ditemukan pada kelompok VaD (93,5% vs. 61,3%). Analisis multivariat menunjukkan bahwa lokasi lesi strategic infarct (OR 7,318; p = 0,018) merupakan faktor risiko terkuat, sedangkan kadar magnesium serum (OR 0,081; p = 0,044) merupakan faktor protektif independen terhadap kejadian VaD. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hipomagnesemia berhubungan secara independen dengan progresivitas dari VCI-ND menjadi Demensia Vaskular. Oleh karena itu, pemeriksaan magnesium serum dapat dipertimbangkan sebagai biomarker untuk deteksi dini risiko perburukan gangguan kognitif vaskular dan perkembangan menjadi Demensia Vaskular.