Sindunatha I Gusti Ngr Bagus
Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI KABUPATEN BANGLI Sindunatha I Gusti Ngr Bagus; Purnama, S. G.; Duana, I. M. K; Subrata, I. M; Lesmana, C. B. J.; Suryadhi, M. A. H
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.62162

Abstract

World Health Organization (WHO) menyatakan berat badan lahir rendah (BBLR) < 2.500 gram termasuk prediktor utama kematian dan morbiditas bayi. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Bali tahun 2025, jumlah kejadian BBLR di Kabupaten Bangli sebanyak 155 kasus dari 1.429 jumlah kelahiran bayi (7,46%) dengan proporsi tertinggi berada di Kecamatan Kintamani. Faktor sosiodemografi, psikologis, dan lingkungan diduga berhubungan dengan kejadian BBLR. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR di Kabupaten Bangli. Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan kasus-kontrol rasio 1:2 yang dilakukan di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Sampel penelitian terdiri atas 48 ibu yang melahirkan bayi BBLR sebagai kelompok kasus dan 96 ibu yang melahirkan bayi dengan berat badan lahir normal sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui wawancara, kemudian dianalisis menggunakan regresi logistik untuk mengidentifikasi hubungan antara faktor sosiodemografi, psikologis, dan lingkungan dengan kejadian BBLR. Faktor sosiodemografi yang meliputi usia, pendidikan, pekerjaan, dan status ekonomi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian BBLR (p>0,05). Faktor lingkungan yang meliputi akses air bersih, kepemilikan jamban sehat, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan sampah dan limbah, serta paparan asap rokok juga tidak berhubungan signifikan dengan kejadian BBLR (p>0,05). Sebaliknya, total distress berhubungan dengan peningkatan kecendrungan kelahiran bayi BBLR (aOR= 1,12; 95%CI: 1,06 – 1,20). Faktor psikologis ibu selama masa kehamilan (total distress) berhubungan signifikan dengan kejadian BBLR di Kabupaten Bangli.