Marhamah Marhamah
Program Studi Pendidikan Dasar, Program Magister, Universitas Hamzanwadi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA VCD DAN MIKROSKOP TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR BIOLOGI SISWA SMP Muh. Salman Al Wathoni; Muhammad Khairul Wazni; Marhamah Marhamah
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i4.15098

Abstract

ABSTRACT The differences in how students interact with biology content become an important consideration when instructional media are used to foster both engagement and learning achievement. This study examined differences in learning motivation and achievement between learning with VCD and microscope media, as well as the relationship between motivation and learning achievement. Ninth-grade students from SMP Negeri 1 Kediri and SMP Negeri 2 Kediri, West Lombok, participated in the study using a posttest-only design. Data were collected through a 30-item achievement test and a 30-item motivation questionnaire, then analyzed using the Independent Samples t-Test, product-moment correlation, and ANOVA with SPSS 11.50 at α=0.05. The VCD group obtained a mean motivation score of 113.16, higher than the microscope group’s score of 109.60, with a significant difference (p=0.00). A similar pattern was observed for learning achievement, with mean scores of 21.98 and 21.03, respectively (p=0.00). Motivation was also positively correlated with learning achievement (r=0.531; p=0.00), while the ANOVA yielded a significance value of 0.00. These findings position media selection as part of learning experience design rather than merely a technical choice. VCD produced higher outcomes in the context of this study, while the use of instructional media should remain aligned with the characteristics of the content and learning activities. Future research may involve broader populations and employ designs that allow changes in learning outcomes to be examined more comprehensively. ABSTRAK Perbedaan cara siswa berinteraksi dengan materi biologi menjadi pertimbangan penting ketika media pembelajaran digunakan untuk membangun keterlibatan sekaligus pencapaian belajar. Penelitian ini menelaah perbedaan motivasi dan prestasi belajar pada pembelajaran menggunakan VCD dan mikroskop, serta keterkaitan motivasi dengan prestasi belajar. Siswa kelas IX SMP Negeri 1 Kediri dan SMP Negeri 2 Kediri Lombok Barat mengikuti pembelajaran dalam rancangan posttest-only. Data diperoleh melalui tes prestasi berjumlah 30 soal dan angket motivasi sebanyak 30 item, kemudian dianalisis menggunakan Independent Sample t-Test, korelasi product moment, dan ANOVA dengan SPSS 11.50 pada α=0,05. Kelompok VCD memperoleh rata-rata motivasi 113,16, lebih tinggi daripada kelompok mikroskop sebesar 109,60, dengan perbedaan signifikan (p=0,00). Pola serupa tampak pada prestasi belajar, masing-masing 21,98 dan 21,03 (p=0,00). Motivasi juga berkorelasi positif dengan prestasi belajar (r=0,531; p=0,00), sedangkan hasil ANOVA menunjukkan signifikansi 0,00. Temuan ini menempatkan pemilihan media sebagai bagian dari perancangan pengalaman belajar, bukan sekadar pilihan teknis. VCD menunjukkan capaian yang lebih tinggi dalam konteks penelitian ini, sementara pemanfaatan media tetap perlu disesuaikan dengan karakter materi dan aktivitas belajar. Penelitian lanjutan dapat memperluas populasi dan menggunakan rancangan yang memungkinkan perubahan capaian diamati secara lebih komprehensif.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERBASIS STEAM UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH DASAR Risa Febriana Putri; Padlurrahman Padlurrahman; Marhamah Marhamah
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i4.15069

Abstract

ABSTRACT The needs of IPAS learning in elementary schools extend beyond conceptual mastery to include the availability of instructional resources that guide students in using knowledge to examine and solve problems. This study developed a teaching module based on Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) for fourth-grade students on the topic of changes in the state of matter, with the aim of producing a valid, practical, and effective product to support critical thinking skills. The development followed the Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE) model and involved 18 fourth-grade students at SD Unggulan Hamzanwadi. Product validity was assessed by material, language, and design experts, while practicality was evaluated by a teacher and effectiveness was examined through a critical thinking test using a One Group Pretest-Posttest design. The product obtained validation scores of 45 from the material expert, 46 from the language expert, and 40 from the design expert, categorized as very valid for material and language and good for design. The teacher's practicality assessment reached 90%, categorized as very practical. Student achievement increased from a mean pretest score of 78.33 to 94.44 on the posttest, with an N-Gain of 0.79, categorized as high. These findings indicate that the developed module demonstrates adequate validity, practicality, and initial effectiveness as an IPAS instructional resource supporting the development of elementary students' critical thinking skills. ABSTRAK Kebutuhan pembelajaran IPAS di sekolah dasar tidak hanya berkaitan dengan penguasaan konsep, tetapi juga dengan tersedianya perangkat yang dapat mengarahkan siswa menggunakan pengetahuan untuk menelaah dan memecahkan persoalan. Penelitian ini mengembangkan modul ajar berbasis Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) pada materi perubahan wujud benda kelas IV dengan sasaran menghasilkan produk yang valid, praktis, dan efektif dalam mendukung kemampuan berpikir kritis. Pengembangan mengikuti model Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE), melibatkan 18 siswa kelas IV SD Unggulan Hamzanwadi. Kelayakan produk diperoleh melalui validasi ahli materi, bahasa, dan desain, sedangkan keterpakaian dinilai oleh guru dan efektivitasnya melalui tes kemampuan berpikir kritis dengan desain One Group Pretest-Posttest. Produk memperoleh skor validasi 45 dari ahli materi, 46 dari ahli bahasa, dan 40 dari ahli desain, dengan kategori sangat valid pada materi dan bahasa serta baik pada desain. Penilaian guru mencapai 90% dengan kategori sangat praktis. Perubahan capaian siswa tampak dari rata-rata 78,33 pada pretest menjadi 94,44 pada posttest, dengan N-Gain 0,79 pada kategori tinggi. Temuan tersebut menegaskan bahwa modul yang dikembangkan memiliki kelayakan, keterpakaian, dan efektivitas awal sebagai perangkat pembelajaran IPAS yang mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar.