Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

When Supervision Is Not Enough: Work Discipline and Employee Performance in Indonesian Agribusiness Firm Jamaluddin Jamaluddin; Najwa Nabila; Teuku Muhammad Syauqi
Growth: Journal Management and Business Vol. 4 No. 01 (2026): June 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/growth.v4i01.1509

Abstract

This study examines the relationships between supervision, work discipline, and employee performance at PT Indojaya Agrinusa Medan, an agribusiness and animal-feed manufacturing company in Indonesia. A quantitative cross-sectional design was employed. The study involved the entire population of 100 employees, all of whom participated through a census sampling technique. Data were collected using a structured questionnaire with a five-point Likert scale and analyzed using multiple linear regression with IBM SPSS. The measurement instruments demonstrated satisfactory validity and reliability. The results show that supervision was positively and significantly associated with employee performance (β = 0.253, p = 0.011), while work discipline demonstrated a stronger positive association (β = 0.535, p < 0.001). Jointly, supervision and work discipline significantly contributed to employee performance, accounting for 54.3% of its variance (R² = 0.543). Empirically, these findings indicate that work discipline makes a stronger statistical contribution to employee performance than supervision within the examined agribusiness context, while both remain complementary. Practically, managers should strengthen accurate, timely, objective, and consistently focused supervision while reinforcing employee attendance, compliance with organizational procedures, adherence to work standards, and vigilance to support reliable performance in production-oriented operations.
Pemulihan Sosial dan Pendidikan Korban Banjir Hidrometeorologi pada Wilayah Terisolasi di Aceh Tamiang Jamaluddin Jamaluddin; Intan Munirah
Lentera Pengabdian Vol. 4 No. 03 (2026): Juli 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v4i03.1504

Abstract

Banjir hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang menimbulkan dampak terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dan keberlanjutan pendidikan anak, terutama pada lokasi pengungsian yang sulit dijangkau. Permasalahan utama yang ditemukan meliputi belum meratanya distribusi bantuan pangan serta terbatasnya perlengkapan belajar bagi anak yang mengalami terhentinya proses pembelajaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat terdampak pada lokasi yang sulit dijangkau serta membantu keberlanjutan pendidikan anak melalui penyediaan perlengkapan belajar dan kegiatan edukatif. Kegiatan dilaksanakan pada 25–29 Mei 2026 melalui tahapan identifikasi lokasi, koordinasi dengan pihak terkait, observasi kebutuhan, penetapan penerima manfaat, distribusi bantuan, penyuluhan edukatif, dan evaluasi kegiatan. Sasaran program terdiri atas 50 keluarga terdampak yang berada di lokasi pengungsian sulit dijangkau, memiliki keterbatasan akses bantuan pangan, serta belum atau belum optimal memperoleh bantuan, dan 30 anak usia sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama yang mengalami terhentinya pembelajaran serta membutuhkan perlengkapan untuk mengikuti sekolah darurat. Intervensi dilakukan melalui penyaluran 50 paket kebutuhan pokok kepada 50 keluarga, 30 paket perlengkapan pendidikan berupa tas, buku, dan alat tulis kepada 30 anak, serta penyuluhan edukatif. Hasil kegiatan menunjukkan seluruh bantuan berhasil disalurkan sesuai target program dengan dukungan transportasi dari Pemerintah Aceh. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana perlu mengintegrasikan pemenuhan kebutuhan dasar dan keberlanjutan pendidikan. Implikasi kegiatan menekankan perlunya perluasan jangkauan bantuan, pendataan penerima secara terintegrasi, serta kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, perguruan tinggi, dan lembaga kemanusiaan.