Integritas merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter peserta didik, khususnya dalam konteks pendidikan Kristen. Integritas tidak hanya dipahami sebagai konsistensi antara nilai dan tindakan, tetapi juga sebagai wujud ketaatan yang bersumber dari iman kepada Allah. Roma 12:1–2 menegaskan panggilan untuk mempersembahkan hidup sebagai persembahan yang hidup, kudus, dan berkenan kepada Allah melalui pembaruan budi, yang pada akhirnya memengaruhi perilaku nyata seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan makna integritas dalam ketaatan berdasarkan Roma 12:1–2 serta menganalisis implikasinya terhadap perilaku kesopanan siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriftif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi dengan melibatkan enam siswa beragama Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integritas dalam ketaatan yang berlandaskan Roma 12:1–2 berkontribusi signifikan terhadap pembentukan perilaku kesopanan siswa, terutama dalam aspek kejujuran, tanggung jawab, penghormatan kepada guru, serta sikap menghargai sesama. Pembaruan budi menjadi kunci transformasi perilaku, sehingga kesopanan tidak hanya dipahami sebagai aturan sekolah, melainkan sebagai ekspresi iman yang dihidupi secara konsisten. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi nilai teologis dalam pendidikan karakter di sekolah dasar.Integrity is a crucial foundation in shaping students' character, particularly within the context of Christian education. Integrity is understood not merely as consistency between values and actions, but also as an expression of obedience rooted in faith in God. Romans 12:1–2 emphasizes the call to offer one's life as a living, holy, and pleasing sacrifice to God through the renewing of the mind, which ultimately influences a person's tangible behavior. This study aims to elucidate the meaning of integrity in obedience based on Romans 12:1–2 and to analyze its implications for students' courteous behavior. A descriptive qualitative approach was employed. Data were collected through observation, in-depth interviews, and document analysis, involving six Christian students. The findings indicate that integrity in obedience grounded in Romans 12:1–2 contributes significantly to the formation of students' courteous behavior, particularly regarding honesty, responsibility, respect for teachers, and regard for others. The renewal of the mind serves as the key to behavioral transformation, ensuring that courtesy is understood not merely as a school rule, but as an expression of faith lived out consistently. These findings underscore the importance of integrating theological values into character education in primary schools.