Qonita Sholihat
Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Semiotika Ferdinand De Saussure dalam Iklan Marjan di Televisi: Studi Kasus: Iklan Tahun 2019-2026 Wiwi Sulistiani; Rifni Zuyinna; Qonita Sholihat; Putri Nabila; Istiqamah Istiqamah
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 2 (2026): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article describe the meaning contained in Marjan advertisements for the Ramadan edition from 2019 to 2026 using Ferdinand de Saussure's semiotic approach. Advertisements are chosen as the object of study due to their powerful role in shaping product image and conveying messages through visual and narrative elements. The method used is descriptive qualitative, with data collected through observation and literature review. The findings reveal that Marjan advertisements consistently present signifiers in the form of visual elements such as characters, settings, and symbols of togetherness, and signifieds in the form of cultural meanings, emotional values, and moral messages. Narratives inspired by Indonesian folklore are packaged in a modern way to create a deep impression of togetherness, warmth, and hope, particularly within the context of the Ramadan month. This strategy positions Marjan advertisements not only as promotional media but also as a means of reinforcing cultural identity and social values in society.. Keywords: advertisement; semiotics; signifier; signified; television. ABSTRAK Artikel ini memaparkan makna yang terkandung dalam iklan Marjan edisi Ramadhan tahun 2019 sampai dengan tahun 2026 menggunakan pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure. Iklan dipilih sebagai objek kajian karena memiliki kekuatan dalam membentuk citra produk dan menyampaikan pesan melalui unsur visual dan naratif. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan Marjan secara konsisten menampilkan penanda (signifier) berupa elemen visual seperti tokoh, latar, dan simbol kebersamaan, serta petanda (signified) berupa makna-makna budaya, nilai emosional, dan pesan moral. Narasi yang diangkat dari cerita rakyat Indonesia dikemas secara modern untuk menciptakan kesan mendalam tentang kebersamaan, kehangatan, dan harapan, terutama dalam konteks bulan Ramadhan. Strategi ini menjadikan iklan Marjan tidak hanya sebagai media promosi, tetapi juga sebagai sarana penguatan identitas budaya dan nilai sosial di tengah masyarakat. Kata kunci: iklan; semoitika; signifier; signified; televisi.