Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif kausal. Populasi penelitian adalah seluruh individu di Indonesia yang pernah menggunakan layanan transaksi digital Superbank. Sampel diperoleh melalui non-probability sampling dengan metode purposive sampling sebanyak 385 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring berskala Likert dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan SmartPLS 4. Perkembangan teknologi digital mendorong transformasi layanan keuangan melalui hadirnya bank digital yang menawarkan kemudahan, efisiensi, dan fleksibilitas transaksi. Namun, keputusan masyarakat menggunakan layanan transaksi digital tidak hanya dipengaruhi oleh kemudahan teknologi, tetapi juga oleh persepsi risiko pengguna. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh persepsi risiko terhadap keputusan penggunaan transaksi digital melalui minat pengguna sebagai variabel mediasi pada pengguna layanan Bank Digital Superbank. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif kausal. Populasi penelitian adalah seluruh individu di Indonesia yang pernah menggunakan layanan transaksi digital Superbank. Sampel diperoleh melalui non-probability sampling dengan metode purposive sampling sebanyak 385 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring berskala Likert dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan persepsi risiko berpengaruh negatif dan signifikan terhadap minat pengguna dan keputusan penggunaan. Minat pengguna juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan penggunaan, serta memediasi secara parsial hubungan persepsi risiko terhadap keputusan penggunaan. Dengan demikian, semakin tinggi persepsi risiko, semakin rendah minat dan keputusan penggunaan transaksi digital Superbank.