p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Investasi Islam
Amma Fazizah
Program Studi Administrasi Bisnis Universitas Yudharta Pasuruan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH DIGITAL CUSTOMER EXPERIENCE DAN DIGITAL CUSTOMER SATISFACTION TERHADAP DIGITAL CUSTOMER LOYALTY MELALUI E-TRUST PADA GOPAY Ridho Hafiz Maulana; Amma Fazizah
Jurnal Investasi Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Investasi Islam
Publisher : LP2M Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jii.v7i1.2432

Abstract

Analisis mengenai dampak Digital Customer Experience dan Digital Customer Satisfaction terhadap Digital Customer Loyalty, dengan E-Trust sebagai mediator pada populasi Gen Z pengguna GoPay di Kabupaten Pasuruan, dilakukan dalam kajian ini. Pendekatan kuantitatif berdesain cross-sectional digunakan dalam studi tersebut. Peneliti menghimpun data dari 400 partisipan melalui teknik purposive sampling, lalu mengolahnya dengan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) berbantuan SmartPLS 4. Dampak positif signifikan Digital Customer Experience dengan E-Trust maupun Digital Customer Loyalty ditunjukkan oleh hasil riset. Pengaruh positif signifikan dari Digital Customer Satisfaction dengan E-Trust maupun Digital Customer Loyalty turut dibuktikan oleh riset ini. Kontribusi positif E-Trust terhadap Digital Customer Loyalty terkonfirmasi dalam analisis tersebut. Hubungan Digital Customer Experience dan Digital Customer Satisfaction dengan Digital Customer Loyalty diketahui dimediasi E-Trust. Dengan demikian, kemampuan pengalaman dan kepuasan di ranah digital untuk mengokohkan loyalitas pengguna, baik secara langsung maupun tidak langsung pada temuan tersebut.
PENGARUH PERSEPSI RISIKO TERHADAP KEPUTUSAN PENGGUNAAN TRANSAKSI DIGITAL MELALUI MINAT PENGGUNA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (STUDI PADA PENGGUNA LAYANAN BANK DIGITAL SUPERBANK) Nelly Dwi Adisti; Amma Fazizah
Jurnal Investasi Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Investasi Islam
Publisher : LP2M Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jii.v7i1.2435

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif kausal. Populasi penelitian adalah seluruh individu di Indonesia yang pernah menggunakan layanan transaksi digital Superbank. Sampel diperoleh melalui non-probability sampling dengan metode purposive sampling sebanyak 385 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring berskala Likert dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan SmartPLS 4. Perkembangan teknologi digital mendorong transformasi layanan keuangan melalui hadirnya bank digital yang menawarkan kemudahan, efisiensi, dan fleksibilitas transaksi. Namun, keputusan masyarakat menggunakan layanan transaksi digital tidak hanya dipengaruhi oleh kemudahan teknologi, tetapi juga oleh persepsi risiko pengguna. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh persepsi risiko terhadap keputusan penggunaan transaksi digital melalui minat pengguna sebagai variabel mediasi pada pengguna layanan Bank Digital Superbank. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif kausal. Populasi penelitian adalah seluruh individu di Indonesia yang pernah menggunakan layanan transaksi digital Superbank. Sampel diperoleh melalui non-probability sampling dengan metode purposive sampling sebanyak 385 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring berskala Likert dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan persepsi risiko berpengaruh negatif dan signifikan terhadap minat pengguna dan keputusan penggunaan. Minat pengguna juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan penggunaan, serta memediasi secara parsial hubungan persepsi risiko terhadap keputusan penggunaan. Dengan demikian, semakin tinggi persepsi risiko, semakin rendah minat dan keputusan penggunaan transaksi digital Superbank.