Ningsih , Widia
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA PERMAINAN TRADISIONAL LOMPAT JENGKAL DI KABUPATEN KUBU RAYA KALIMANTAN BARAT Ningsih, Widia Ningsih; Ningsih , Widia; Desty Septianawati
Bahasa Indonesia Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/c9b8k780

Abstract

Permainan tradisional seringkali mengandung konsep matematika yang belum tergarap secara optimal dalam pembelajaran, padahal berpotensi menjadi jembatan kontekstual antara budaya lokal dan matematika formal. Lompat jengkal merupakan salah satu permainan tradisional yang masih dikenal masyarakat Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, namun belum pernah dikaji secara khusus dari perspektif etnomatematika. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan permainan lompat jengkal, mengidentifikasi konsep-konsep matematika yang terkandung di dalamnya, serta menganalisis aktivitas matematis yang muncul berdasarkan kerangka enam aktivitas matematis Bishop (Bishop’s six mathematical activities). Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnomatematika. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan lompat jengkal dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu undian urutan bermain melalui hompimpa, pengukuran batas tumpuan menggunakan jengkal tangan sebagai satuan tidak baku, serta eksekusi lompatan melewati rintangan yang dibentuk dari tumpukan jengkal tangan penjaga. Permainan ini memuat konsep peluang, pengukuran panjang dengan satuan tidak baku, akurasi dan presisi pengukuran, bilangan kardinal dan ordinal, operasi hitung, konversi satuan, serta geometri berupa estimasi ruang dan sudut elevasi lompatan. Berdasarkan kerangka Bishop, permainan ini menampilkan keenam aktivitas matematis, yaitu membilang (counting), mengukur (measuring), menentukan lokasi (locating), merancang (designing), bermain (playing), dan menjelaskan (explaining). Permainan lompat jengkal juga mengandung nilai budaya berupa kebersamaan, sportivitas, kejujuran, dan penghormatan kepada yang lebih tua, serta berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber belajar kontekstual untuk materi pengukuran, satuan tidak baku, konversi satuan, peluang, dan bilangan cacah di sekolah dasar. Penelitian ini menegaskan bahwa permainan tradisional lompat jengkal dapat menjadi sarana belajar matematika yang kontekstual serta mendukung pelestarian budaya lokal.