Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Kaidah Fiqhiyyah Al-ʿādah Muḥakkamah Dalam Praktik Muamalah Digital: E-Commerce dan Fintech Syariah Nova Azizah; Dinda Audia Syahira; Abdul Rahman Sofyan
Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah Vol. 7 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/minhaj.v7i1.4282

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi signifikan dalam praktik muamalah, khususnya melalui e-commerce dan fintech syariah yang memanfaatkan sistem transaksi berbasis elektronik. Meskipun memberikan kemudahan dan efisiensi, praktik muamalah digital menimbulkan persoalan baru terkait keabsahan akad, kepastian hukum, serta potensi munculnya unsur gharar dan kemudaratan dalam perspektif fiqh muamalah. Permasalahan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara prinsip normatif fiqh dan realitas praktik ekonomi digital yang berkembang pesat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kaidah-kaidah fiqhiyyah dalam praktik muamalah digital, dengan penekanan pada peran kaidah al-ʿādah muḥakkamah sebagai dasar legitimasi kebiasaan transaksi digital yang berkembang di masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka yang bersifat normatif-konseptual, melalui penelaahan literatur fiqh klasik, jurnal ilmiah kontemporer, fatwa lembaga syariah, serta regulasi terkait e-commerce dan fintech syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik muamalah digital pada dasarnya dapat dinilai sah selama memenuhi rukun dan syarat akad serta dijalankan secara adil, transparan, dan bebas dari unsur gharar dan kemudaratan. Kaidah fiqhiyyah terbukti relevan sebagai kerangka analisis normatif sekaligus praktis dalam merespons dinamika transaksi digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi kaidah fiqhiyyah dalam muamalah digital merupakan kebutuhan strategis untuk menjaga kesesuaian praktik ekonomi modern dengan nilai-nilai syariah. Implikasi penelitian ini memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan fiqh muamalah kontemporer serta rekomendasi praktis bagi pelaku industri, regulator, dan akademisi dalam membangun ekosistem muamalah digital yang adil dan berkelanjutan.
Analisis Integritas Akademik dan Pemanfaatan Teknologi AI dalam Keberhasilan Pendidikan Digital Nazwa Hanifah; Dinda Audia Syahira; Alfa Rizi Azhari; Abdul Kholik Nasution; Nurbaiti Nurbaiti
Jurnal Transformasi Bisnis Digital Vol. 2 No. 4 (2025): Juli: Jurnal Transformasi Bisnis Digital (JUTRABIDI) 
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jutrabidi.v2i6.1108

Abstract

The rapid development of artificial intelligence technology, particularly through the use of language models such as ChatGPT, has brought about significant changes in educational practices in Indonesia. The use of this technology has contributed to the creation of a more efficient learning process while enriching students' abilities to master and understand material more comprehensively. However, the use of AI in academic activities presents a number of problems, particularly related to scientific integrity, including an increased risk of digital plagiarism and a decline in critical thinking skills. In view of these developments, this study focuses on examining how the use of ChatGPT affects academic integrity and the quality of digital learning at UIN North Sumatra. This study applies a descriptive qualitative method, in which data is collected through interviews with five students from the Faculty of Economics and Islamic Business (FEBI) to gain a deeper understanding of their perceptions of the use of artificial intelligence in learning activities. The findings show that although ChatGPT provides convenience and efficiency in the learning process, students emphasize the importance of supervision and knowledge of ethics so that this technology can be used appropriately and responsibly. Therefore, universities need to strengthen digital literacy and ethics among students and increase supervision to ensure that the use of this technology does not compromise academic integrity. This research contributes to a deeper understanding of the impact of AI use on academic integrity in Islamic universities in Indonesia.