Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kehilangan Air Irigasi Saluran Sekunder Battang Desa Baramamase Kecamatan Walenrang Kabupaten Luwu Randi Randi; Syaifullah Syaifullah; Muarif Muarif; Sudirman Sudirman
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 2 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 2, Mei - Agustus Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i2.9851

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas dan besarnya kehilangan air pada Saluran Sekunder Battang di Desa Baramamase, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu. Kehilangan air pada saluran irigasi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi efisiensi penyaluran air ke lahan pertanian. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik pengukuran langsung di lapangan menggunakan alat current meter untuk menentukan kecepatan aliran, serta pengukuran dimensi saluran guna menghitung luas penampang basah. Debit air dihitung menggunakan rumus Q=A×VQ = A \times VQ=A×V, sedangkan kehilangan air dianalisis menggunakan metode inflow-outflow dengan menghitung selisih antara debit masuk dan debit keluar pada setiap segmen saluran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas total saluran sekunder Battang sepanjang 1 km adalah sebesar 50,016 m³. Berdasarkan hasil pengukuran, kehilangan air pada segmen STA 0–450 sebesar 37% dan pada segmen STA 500–1000 sebesar 6%, sehingga total kehilangan air mencapai 43%. Besarnya kehilangan air tersebut disebabkan oleh rembesan, kebocoran saluran, kondisi fisik saluran yang kurang terawat, serta pengambilan air secara tidak terkontrol oleh masyarakat sekitar. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa efisiensi penyaluran air pada Saluran Sekunder Battang masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan perbaikan fisik saluran, pemeliharaan rutin, serta pengawasan distribusi air secara berkala guna mengurangi tingkat kehilangan air. This study aims to analyze the capacity and extent of water loss in the Battang Secondary Canal in Baramamase Village, Walenrang District, Luwu Regency. Water loss in irrigation canals is one of the factors affecting the efficiency of water distribution to agricultural land. The research method used is a quantitative method with direct field measurements using a current meter to determine flow velocity, and channel dimensions to calculate the wet cross-sectional area. Water discharge was calculated using the formula Q=A×VQ = A \times VQ=A×V, while water loss was analyzed using the inflow-outflow method by calculating the difference between the inlet and outlet discharge in each channel segment. The results showed that the total capacity of the 1 km Battang secondary channel was 50,016 m³. Based on the measurement results, water loss in the STA 0–450 segment was 37% and in the STA 500–1000 segment was 6%, so the total water loss reached 43%. The significant water loss is caused by seepage, leaks, poorly maintained physical conditions, and uncontrolled water extraction by the surrounding community. This study concludes that water distribution efficiency in the Battang Secondary Canal still needs to be improved. Therefore, it is recommended that the canal's physical repairs, routine maintenance, and regular monitoring of water distribution be carried out to reduce water loss.