Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, namun banyak pelaku usaha masih menghadapi kendala dalam pengelolaan keuangan, pengendalian persediaan, dan pemasaran digital yang berdampak pada efisiensi dan daya saing usaha. Moala Coffee, sebuah UMKM kuliner di Katapang, Bandung, menghadapi permasalahan serupa berupa pencatatan keuangan yang belum sistematis, pengelolaan stok yang tidak terdokumentasi dengan baik, serta strategi pemasaran digital yang belum optimal. Kegiatan ini bertujuan memberikan pendampingan kepada Moala Coffee dalam penyusunan pencatatan keuangan sederhana berbasis laporan laba rugi, penerapan sistem stock opname berbasis Excel, serta penguatan strategi pemasaran digital melalui Instagram dan TikTok. Pendampingan dilaksanakan selama tiga bulan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif yang melibatkan mitra secara aktif melalui tiga tahapan: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Sebanyak 5 orang yang terlibat dalam pengelolaan usaha mengikuti pendampingan melalui 6 sesi pertemuan luring dan daring. Setelah pendampingan, mitra telah mampu melakukan pencatatan keuangan harian secara rutin menggunakan template Excel terintegrasi sehingga laporan laba rugi dapat tersusun secara otomatis. Pada aspek persediaan, mitra mulai menerapkan pencatatan barang masuk dan keluar secara terstruktur serta mampu mengidentifikasi kebutuhan restock lebih awal. Pada aspek pemasaran, akun Instagram dan TikTok Moala Coffee menunjukkan peningkatan aktivitas yang signifikan dengan konten yang lebih konsisten dan terencana. Program pendampingan ini berhasil meningkatkan kapasitas manajerial Moala Coffee secara terintegrasi sehingga efisiensi operasional, akurasi keuangan, dan jangkauan pemasaran usaha meningkat secara nyata.