Dominasi UMKM dalam perekonomian Indonesia belum sepenuhnya diiringi kesiapan menghadapi transformasi digital, sementara perubahan perilaku konsumen yang semakin terdigitalisasi menuntut adaptasi yang cepat dan strategis. Rendahnya literasi digital, keterbatasan akses informasi, serta minimnya pemahaman teknologi menjadi hambatan utama peningkatan daya saing UMKM. UMKM Mie Ayam Bakso BTC menghadapi permasalahan serupa, yakni ketergantungan pada transaksi tunai dan media promosi yang belum optimal secara digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pendampingan dalam mengakselerasi transformasi digital UMKM melalui implementasi QRIS dan penguatan strategi digital marketing. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pendampingan langsung (assistance-based research) yang dipadukan observasi partisipatif, serta analisis deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kegiatan dilaksanakan selama dua bulan, dari Februari hingga April 2026, pada UMKM Mie Ayam Bakso BTC di Kota Bandung. Implementasi QRIS berhasil meningkatkan efisiensi transaksi dan akurasi pencatatan keuangan harian, sekaligus meminimalkan risiko kesalahan perhitungan manual. Penggunaan perangkat QRIS Speaker memungkinkan pemilik usaha memverifikasi pembayaran secara real-time tanpa menghentikan aktivitas pelayanan. Pembaruan desain menu secara visual memperkuat daya tarik promosi kepada segmen mahasiswa. Pemanfaatan platform TikTok (@mieayambaksobtc) menghasilkan akumulasi penonton sebesar 15.000 pada pertengahan April 2026, menunjukkan peningkatan signifikan dalam visibilitas dan keterlibatan konsumen. Pendampingan intensif berbasis teknologi digital terbukti efektif mendorong pertumbuhan usaha UMKM, dan penguasaan sistem pembayaran digital serta pemasaran digital menjadi faktor kunci keberlanjutan usaha di era digital.