Transformasi digital pada industri kepelabuhanan menuntut sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kompetensi dalam menggunakan teknologi, tetapi juga mampu belajar secara cepat, terlibat dalam pekerjaan, dan beradaptasi terhadap perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Digital Competence dan Learning Agility terhadap Adaptive Performance melalui Work Engagement pada karyawan TPK New Makassar Terminal 2. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan bersifat explanatory research. Sampel penelitian sebanyak 100 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner menggunakan skala Likert dan dianalisis dengan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) menggunakan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Digital Competence dan Learning Agility berpengaruh positif dan signifikan terhadap Work Engagement. Digital Competence, Learning Agility, dan Work Engagement juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Adaptive Performance. Selain itu, Work Engagement terbukti mampu memediasi secara signifikan pengaruh Digital Competence dan Learning Agility terhadap Adaptive Performance. Nilai R-Square menunjukkan bahwa Digital Competence dan Learning Agility mampu menjelaskan 61,2% variasi Work Engagement, sedangkan Digital Competence, Learning Agility, dan Work Engagement mampu menjelaskan 70,1% variasi Adaptive Performance. Hasil penelitian menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi digital, kemampuan belajar, dan keterikatan kerja dalam mendukung kemampuan adaptif karyawan pada lingkungan operasional kepelabuhanan yang semakin terdigitalisasi