Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan media pembelajaran seni teater yang lebih inovatif dan mudah diakses, mengingat proses pembelajaran di sekolah masih cenderung bergantung pada metode konvensional yang kurang mendukung keterlibatan aktif peserta didik. Dampaknya, pemahaman siswa terhadap materi teater, baik aspek konseptual maupun keterampilan praktik, belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan merancang serta memvalidasi e-modul interaktif seni teater sebagai media pembelajaran digital di SMA Negeri 2 Abiansemal. Metode yang digunakan adalah research and development (R&D) dengan prosedur Borg & Gall yang dimodifikasi menjadi lima tahap, yaitu analisis kebutuhan, pengembangan produk awal, validasi ahli, uji coba perorangan, dan uji coba kelompok kecil. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, studi kepustakaan, serta angket penilaian yang melibatkan ahli materi, ahli media, guru seni teater, dan peserta didik. Hasil validasi menunjukkan bahwa e-modul interaktif memenuhi kriteria kelayakan ditinjau dari ketepatan isi, kejelasan penyajian, dan kualitas tampilan visual. Respons pengguna pada tahap uji coba juga menunjukkan penilaian positif karena e-modul memadukan teks, ilustrasi, tautan video, dan aktivitas interaktif yang membantu siswa belajar lebih mandiri dan terarah. Secara sosial, e-modul ini mendorong keterlibatan belajar, meningkatkan motivasi, serta memperkuat literasi digital peserta didik dalam pembelajaran seni. Dari sisi lingkungan, penggunaan e-modul mendukung pengurangan kebutuhan bahan ajar cetak sehingga lebih efisien dalam pemakaian kertas. Sementara itu, dari aspek ekonomi, pemanfaatan media digital berpotensi menekan biaya penggandaan materi dan menyediakan alternatif pembelajaran yang lebih praktis bagi sekolah maupun peserta didik.