Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Periode Kritis Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) dalam Kompetisi dengan Gulma terhadap Pertumbuhan dan Hasil Maulana; I Ketut Ngawit; I Wayan Sutresna
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/vhbnd845

Abstract

Penelitian ini bertujuan menentukan periode kritis bawang merah (Allium ascalonicum L.) dalam kompetisi dengan gulma pada kondisi lahan sawah tadah hujan di Nusa Tenggara Barat serta menentukan waktu pengendalian gulma yang tepat. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 20 perlakuan, yaitu periode tanaman bebas gulma dan bergulma selama 1–10 minggu setelah tanam (MST), dengan tiga blok. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan dan hasil bawang merah serta populasi dan biomassa gulma. Data dianalisis menggunakan analisis varian, uji BNJ 5%, analisis regresi-korelasi, dan William’s t-test. Hasil menunjukkan periode kritis bawang merah dalam kompetisi dengan gulma terjadi pada umur 4–5 MST. Keberadaan gulma sampai umur 5 MST masih dapat ditoleransi, tetapi penundaan pengendalian setelah periode tersebut menyebabkan pertumbuhan dan hasil tidak dapat dipulihkan. Bawang merah yang berkompetisi dengan gulma selama 5–10 MST mengalami penurunan hasil 64,759%–99,992%, sedangkan tanaman yang bebas gulma hanya sampai umur 1–3 MST mengalami penurunan hasil hingga 99,992%. Hasil ini memperkuat informasi mengenai periode kritis bawang merah pada kondisi lahan sawah tadah hujan di NTB. Pengendalian gulma perlu dilakukan sebelum atau memasuki periode kritis, dan tidak ditunda setelah tanaman berumur 5 MST.