This Author published in this journals
All Journal JMHID
Tarisya
Universitas Syiah Kuala

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemetaan Tingkat Trauma pada Mahasiswa Universitas Syiah Kuala Pasca pengalaman Traumatik di Lingkungan Kampus Hetti Zuliani; Tarisya; Abu Bakar
Journal of Islamic Mental Health and Development Vol. 1 No. 2 (2026): Journal of Islamic Mental Health and Development
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/8x3fe571

Abstract

Kesehatan mental merupakan isu penting pada mahasiswa karena mereka berada pada fase remaja akhir hingga dewasa awal yang rentan terhadap berbagai tekanan akademik, sosial, dan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat trauma, mengidentifikasi tingkat trauma berdasarkan aspek, serta mendeskripsikan gejala traumatik pada mahasiswa Universitas Syiah Kuala. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 204 mahasiswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling setelah memenuhi kriteria skrining awal. Pengumpulan data dilakukan melalui dua tahap, yaitu skrining awal dan pengisian instrumen Trauma Symptom Checklist-40 (TSC-40) yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa berada pada kategori trauma sedang (55,88%), diikuti kategori rendah (36,27%) dan kategori tinggi (7,84%). Berdasarkan aspek, tingkat trauma paling dominan terdapat pada aspek fisiologis (59,31%), diikuti aspek kognitif (58,33%) dan perilaku (56,86%), sedangkan aspek afektif didominasi kategori rendah (53,43%). Gejala traumatik yang paling menonjol meliputi kesulitan mengingat pada aspek kognitif, sakit kepala pada aspek fisiologis, ketegangan emosional pada aspek afektif, dan dorongan agresif pada aspek perilaku. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa masih mengalami dampak pengalaman traumatik, meskipun sebagian besar berada pada tingkat sedang.