Dinda Erliananda
UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effectiveness of Using ChatGPT in Mathematics Learning at The Junior High School Level: A Systematic Literature Review Nanda Sri Rizki Harahap; Deswita Siagian; Minarni Ikhrimah Harahap; Dinda Erliananda; Palwina Machrani; Muhammad Syafey Siregar; Ahmad Nizar Rangkuti
Mathline : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 3 (2026): Mathline : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/mathline.v11i3.1165

Abstract

The development of artificial intelligence (AI) has opened up new opportunities in education, one of which is through the use of ChatGPT as a learning aid. This study aims to systematically analyze the effectiveness of using ChatGPT in mathematics learning at the junior high school level based on a review of published literature. The method used is a Systematic Literature Review (SLR) by adopting the PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) protocol. The literature search was conducted in the Google Scholar, ERIC, Scopus, and ResearchGate databases with a publication range of 2022–2024. Of the 247 articles found, 28 articles met the inclusion criteria and were analyzed in depth. The results of the study indicate that: (1) ChatGPT has the potential to support junior high school mathematics learning, particularly in conceptual understanding, problem solving, and learning engagement, although the direction and magnitude of reported effects vary depending on instructional design, teacher guidance, and students’ digital literacy; (2) the metacognitive dimension remains the least explored despite showing strong potential; and (3) ChatGPT’s effectiveness is strongly influenced by the digital literacy of both teachers and students. The novelty of this research lies in the development of a framework for ChatGPT effectiveness indicators consisting of four dimensions: cognitive, affective, metacognitive, and pedagogical, which has not been found in previous studies. This research recommends the structured integration of ChatGPT into the junior high school mathematics curriculum with adequate teacher guidance.
Peluang dan Tantangan Pendekatan Riset dalam Inovasi Kurikulum Matematika: Studi Kasus di SMP Ilyas Reski Aziz; Fitriani Hasibuan; Dinda Erliananda; Mariam Nasution
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 11, No 2 (2026): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/teorema.v11i2.24007

Abstract

Inovasi kurikulum matematika menjadi kebutuhan penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan menjawab tuntutan pendidikan abad ke-21. Salah satu strategi yang berpotensi diterapkan adalah pendekatan riset yang menekankan pengambilan keputusan berbasis data dan praktik pembelajaran reflektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis peluang dan tantangan penerapan pendekatan riset dalam inovasi kurikulum matematika pada jenjang SMP. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di salah satu SMP negeri di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Partisipan penelitian terdiri atas dua guru matematika dan delapan siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi pembelajaran, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan teknik triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan riset memiliki peluang besar dalam meningkatkan motivasi belajar, kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, keaktifan, dan pemahaman konsep siswa melalui pembelajaran yang kontekstual serta berpusat pada peserta didik. Selain itu, pendekatan ini selaras dengan Kurikulum Merdeka yang mendorong pembelajaran fleksibel dan adaptif. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan waktu pembelajaran, perbedaan kompetensi guru dalam melakukan penelitian kelas, serta keterbatasan sarana dan media pembelajaran. Disimpulkan bahwa pendekatan riset berpotensi kuat mendukung inovasi kurikulum matematika apabila didukung pengembangan profesional guru, budaya sekolah kolaboratif, fasilitas memadai, dan komitmen institusional. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan reformasi kurikulum memerlukan sinergi antara guru, sekolah, dan pembuat kebijakan.