This Author published in this journals
All Journal IKRA-ITH ABDIMAS
Astin Elise Mau
Universitas Nusa Cendana, Kupang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENILAIAN KESEHATAN HUTAN MANGROVE DENGAN METODE FOREST HEALTH MONITORING DI WILAYAH PESISIR BORONG DESA NANGA LABANG, KECAMATAN BORONG, KABUPATEN MANGGARAI TIMUR Rikardus Agung; Astin Elise Mau; Norman P.L.B. Riwu Kaho; Roni Haposan Sipayung
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hutan mangrove merupakan ekosistem pesisir yang memiliki peran penting secara ekologis, biologis, dan ekonomis. Namun, keberadaan hutan mangrove di beberapa wilayah mengalami tekanan akibat aktivitas manusia seperti penebangan, alih fungsi lahan, serta pembangunan di kawasan pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kondisi kesehatan hutan mangrove di wilayah pesisir Borong, Desa Nanga Labang, Kabupaten Manggarai Timur menggunakan metode Forest Health Monitoring (FHM). Penelitian ini menggunakan empat indikator utama, yaitu vitalitas, produktivitas, biodiversitas, dan kualitas tapak. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan lapangan pada 24 klaster plot dengan mengukur parameter kerusakan pohon, kondisi tajuk, luas bidang dasar, volume pohon, keanekaragaman jenis, pH tanah, dan salinitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kesehatan hutan mangrove di Desa Nanga Labang berada pada kategori sedang dengan nilai skor akhir 3,08. Secara rinci, indikator vitalitas memperoleh nilai skor 3,15 (baik), indikator produktivitas 2,56 (sedang), indikator biodiversitas 2,67 (sedang), dan indikator kualitas tapak 3,95 (baik). Nilai pH tanah berkisar antara 7,6–7,9 yang tergolong sedikit basa dan masih sesuai untuk pertumbuhan mangrove, sedangkan rata-rata salinitas air sekitar 15,67‰. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi hutan mangrove masih cukup baik, namun terdapat tekanan lingkungan akibat aktivitas manusia sehingga diperlukan upaya pengelolaan, perlindungan, dan rehabilitasi secara berkelanjutan untuk menjaga kelestarian ekosistem mangrove di wilayah tersebut