Perambahan kawasan hutan lindung merupakan salah satu permasalahan yangmengancam kelestarian fungsi ekologis hutan serta keberlanjutan sumber daya alam. KawasanHutan Lindung Ile Wuung di Desa Wulublolong, Kecamatan Solor Timur, Kabupaten FloresTimur mengalami tekanan akibat aktivitas masyarakat yang memanfaatkan kawasan hutanuntuk kepentingan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yangmempengaruhi terjadinya perambahan hutan di Kawasan Hutan Lindung Ile Wuung. Penelitianmenggunakan metode campuran (mixed methods) dengan menggabungkan pendekatankuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara,dokumentasi, serta analisis data spasial menggunakan citra satelit Google Earth, Google EarthEngine, dan Global Forest Watch (GFW). Responden penelitian terdiri atas 50 masyarakatpelaku perambahan serta informan dari Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dan tokohmasyarakat. Analisis data dilakukan menggunakan analisis frekuensi, persentase, tematik dananalisis geospasial untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perambahan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor ekonomi merupakan penyebab utamaterjadinya perambahan hutan, yang ditandai oleh rendah dan tidak stabilnya pendapatanmasyarakat serta tingginya ketergantungan terhadap sektor pertanian. Selain itu, faktor sosialberupa sistem kepemilikan lahan secara turun-temurun, rendahnya tingkat pendidikan danpemahaman masyarakat mengenai fungsi serta status kawasan hutan lindung, keterbatasanlahan pertanian, serta kurang optimalnya sosialisasi dan pengawasan turut mendorongterjadinya perambahan. Analisis citra satelit tahun 2015, 2023, dan 2025 menunjukkan adanyadinamika perubahan tutupan hutan yang mengindikasikan bahwa perambahan berlangsungmengikuti tekanan sosial ekonomi dan kebutuhan lahan masyarakat.Kata Kunci: Perambahan Hutan, Hutan Lindung Ile Wuung, Faktor Penyebab, Sosial Ekonomi.