Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Lahan Kosong Berbasis Partisipasi Masyarakat Sebagai Upaya Penghijauan Lingkungan di Desa Pontang Intan Yunia Maulana; Sri Sukmawati; Sevira Inggit Suryani; Niken Puspita; Rafli Aditya Ramadiansyah; Jordi Nuralamsyah; Wiwi Kartini; Sania Alifah
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The high prevalance of underutilized vacant land in Pontang District constitutes an urgent issue. Vacant land can become a practical entry point for community-based greening when it is managed through collective action rather than left as an unused open space. This article describes the seedling planting movement carried out by Community Service Program team of Group 32, Universitas Bina Bangsa, at the Pontang District field, Serang Regency, Banten. The activity involved community service team, the Pontang village head, neighborhood units RT 01 to RT 12, RW 02, Bhabinkamtibmas, Pontang Police Sector, Karang Taruna, and surrounding residents. A descriptive qualitative approach was applied using participatory observation, field documentation, and a review of recent literature on vacant-land greening, urban green infrastructure, ecosystem services, and community stewardship. The results show that the program functioned as an initial transformation of open vacant land into a planted space while also creating direct collaboration among village institutions, security actors, youth organizations, community service team, and residents. The environmental contribution identified in this article is still an early-stage potential because temperature, air quality, soil quality, and seedling survival were not measured quantitatively. Therefore, the main implication is the need to continue post-planting maintenance, periodic monitoring, and clearer responsibility sharing so that the planted seedlings can develop into durable green infrastructure rather than remain a one-time ceremonial activity.
UPAYA PREVENTIF MELALUI EDUKASI UNTUK MENCEGAH PERUNDUNGAN PADA SISWA DAN SISWI SMA NEGERI 1 PONTANG Eva Sabahat; Vini Ramadhani; Diba Farida; Jordi Nuralamsyah; Wiwi Kartini; Fadhli Ahmad Kurniawan; Sri Sukmawati
Prosiding Senapas Vol. 1 No. 1 (2026): Prosiding Senapas
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68321/4s6d7322

Abstract

Perundungan merupakan salah satu permasalahan yang masih sering terjadi di lingkungan sekolah dan berdampak negatif terhadap kondisi psikologis, sosial, serta prestasi belajar peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan upaya preventif melalui kegiatan edukasi dalam bentuk sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa mengenai pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif dengan tema “Bullying bukan Candaan: Memahami Dampak Psikologis dan Konsekuensi Hukum” sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan komitmen siswa dalam mencegah serta mengurangi perilaku perundungan di lingkungan sekolah. Kegiatan dilaksanakan pada 28 Juli 2026 di SMA Negeri 1 Pontang oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa Kelompok 32. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi secara interaktif, pemutaran video edukatif, diskusi, tanya jawab, dan penyampaian studi kasus mengenai bentuk-bentuk perundungan beserta strategi pencegahannya. Pendekatan partisipatif diterapkan untuk mendorong keterlibatan aktif siswa dalam memahami materi dan mengidentifikasi tindakan yang termasuk perundungan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sosialisasi berlangsung dengan baik dan memperoleh respon yang sangat positif dari peserta. Siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi, aktif berdiskusi dan bertanya, serta mampu membedakan bentuk-bentuk perundungan, baik fisik, verbal, sosial, maupun perundungan siber. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai dampak negatif perundungan, pentingnya sikap saling menghargai, serta keberanian untuk melaporkan tindakan perundungan kepada pihak yang berwenang. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, ramah, inklusif, dan bebas dari perundungan sebagai bentuk implementasi SDGs di bidang pendidikan.