Asriel Padatu
Universitas Kristen Indonesia Paulus

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kelayakan Investasi Pembangunan Jalur Transportasi Rel Kereta Api Maros-Parepare Asriel Padatu; Benyamin Mongan; Claudio Julio Mongan
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13200

Abstract

Pembangunan jalur kereta api Maros-Parepare merupakan bagian dari pengembangan jaringan Kereta Api Trans Sulawesi yang diharapkan memperkuat konektivitas, mobilitas masyarakat, dan aktivitas ekonomi di Sulawesi Selatan. Besarnya investasi publik pada proyek tersebut menuntut evaluasi yang dapat menunjukkan keseimbangan antara manfaat dan biaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan investasi pembangunan Jalur Kereta Api Maros-Parepare menggunakan pendekatan Benefit Cost Ratio (BCR) serta mendeskripsikan kondisi operasional yang berkaitan dengan pencapaian manfaat proyek. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif evaluatif dengan data sekunder dari PT Kereta Api Indonesia (Persero), Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Badan Pusat Statistik, dokumen operasional proyek, dan literatur ilmiah. Data yang dianalisis mencakup biaya investasi, biaya operasional, jumlah penumpang, tarif, pendapatan operasional, dan manfaat ekonomi yang tersedia dalam dokumen penelitian. Hasil analisis menunjukkan total benefit sebesar Rp2.150.870.000.000 dan total cost sebesar Rp9.148.000.000.000 selama periode proyeksi 50 tahun, sehingga diperoleh BCR sebesar 0,235. Nilai tersebut berada di bawah batas kelayakan 1, sehingga proyek belum memenuhi kriteria kelayakan ekonomi berdasarkan rasio manfaat-biaya yang dihitung. Meskipun demikian, data operasional menunjukkan jumlah penumpang meningkat dari 150.000 pada 2023 menjadi 228.868 pada 2025. Temuan ini menunjukkan adanya pemanfaatan layanan, tetapi manfaat yang terukur dalam analisis belum sebanding dengan besarnya biaya proyek. Implikasi penelitian menekankan pentingnya peningkatan utilisasi, pengembangan angkutan barang, integrasi antarmoda, dan evaluasi dengan NPV, IRR, serta analisis sensitivitas.