Deta Puspita Ratih
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Teknik Pursed Lip Breathing sebagai Upaya Mengurangi Sesak Nafas pada Pasien Asma Bronkial di RS X Tangerang Selatan Deta Puspita Ratih; Maria Lousiana
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13363

Abstract

Latar Belakang: Asma bronkial merupakan penyakit saluran pernapasan kronis yang menjadi masalah kesehatan global yang signifikan. Karakteristik utamanya meliputi hiperresponsivitas bronkus dan bronkospasme yang bermanifestasi sebagai sesak napas (dyspnea). Penatalaksanaan di rumah sakit umumnya berfokus pada terapi farmakologis, sehingga diperlukan intervensi keperawatan mandiri non-farmakologis seperti teknik Pursed Lip Breathing (PLB) untuk mengontrol sesak secara mandiri. Tujuan: Menganalisis efektivitas penerapan edukasi teknik Pursed Lip Breathing (PLB) dalam mengurangi sesak napas dan memperbaiki status respirasi pada pasien asma bronkial di RS X Tangerang Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif komprehensif pada dua pasien (Ny. R, 27 tahun dan Tn. B, 34 tahun) dengan diagnosis medis asma bronkial yang mengalami eksaserbasi akut di Ruang Perawatan RS X Tangerang Selatan. Masalah keperawatan prioritas yang diangkat adalah pola napas tidak efektif. Implementasi berupa latihan teknik PLB yang diberikan secara bertahap dan berulang selama tiga hari masa perawatan. Hasil: Sebelum intervensi, kedua pasien mengalami sesak napas dengan frekuensi napas 23 x/menit, penggunaan otot bantu napas ringan, serta bunyi napas tambahan wheezing pada fase ekspirasi. Setelah diberikan latihan PLB secara konsisten selama tiga hari, keluhan sesak berkurang, pasien tampak lebih rileks, frekuensi napas menurun menjadi 18-20 x/menit, saturasi oksigen berada pada 95%-98% tanpa oksigen tambahan, dan wheezing menghilang. Kedua pasien juga mampu mendemonstrasikan teknik ini secara mandiri sebelum pulang. Kesimpulan: Teknik Pursed Lip Breathing dapat digunakan sebagai terapi komplementer non-farmakologis yang mendukung terapi medis dalam memperbaiki pola napas, mengurangi sesak napas, dan meningkatkan kemandirian pasien.