Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Biaya Produksi dan Biaya Operasional terhadap Laba Bersih Perusahaan Manufaktur Subsektor Tekstil dan Garmen yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2021 - 2025 Vegy Destianty; Muhammad Taufik Aziz; Surono Surono
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13404

Abstract

Laba bersih merupakan salah satu indikator yang dapat digunakan untuk menilai kinerja keuangan perusahaan. Dalam memperoleh laba yang optimal, perusahaan perlu mengelola biaya produksi dan biaya operasional secara efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh biaya produksi dan biaya operasional terhadap laba bersih pada perusahaan manufaktur subsektor tekstil dan garmen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan analisis regresi data panel. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan perusahaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan diperoleh 12 perusahaan dengan periode pengamatan selama lima tahun atau sebanyak 60 observasi. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan regresi data panel dengan bantuan EViews 13 serta pengujian hipotesis melalui uji t dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya produksi berpengaruh signifikan terhadap laba bersih dengan arah pengaruh negatif, dengan nilai probabilitas sebesar 0,0006 < 0,05. Biaya operasional berpengaruh signifikan terhadap laba bersih dengan arah pengaruh positif, dengan nilai probabilitas sebesar 0,0018 < 0,05. Secara simultan, biaya produksi dan biaya operasional berpengaruh signifikan terhadap laba bersih dengan nilai Prob(F-statistic) sebesar 0,000000 < 0,05. Nilai Adjusted R-squared sebesar 0,683219 menunjukkan bahwa biaya produksi dan biaya operasional mampu menjelaskan variasi laba bersih sebesar 68,32%, sedangkan sisanya sebesar 31,68% dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian.