Nurkhotimah Sinaga
Institut Teknologi Sawit Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Komparasi Biaya Pembuatan Lubang Tanam Menggunakan Hole Digger dan Manual di Kebun Bakrie Sumatera Plantation Nur Dwi Handoyo; Nurkhotimah Sinaga
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13425

Abstract

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan yang membutuhkan efisiensi pengelolaan, termasuk pada tahap persiapan penanaman. Pembuatan lubang tanam merupakan salah satu kegiatan penting yang membutuhkan penggunaan tenaga kerja, waktu, dan biaya, sehingga pemilihan metode kerja yang tepat menjadi penting bagi efisiensi operasional perkebunan. Di Kebun Bakrie Sumatera Plantation, pembuatan lubang tanam dilakukan menggunakan metode manual dan hole digger yang memiliki perbedaan dalam kebutuhan tenaga kerja, biaya, produktivitas, dan waktu pengerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan biaya pembuatan lubang tanam menggunakan hole digger dan metode manual per hektar dan per pokok, membandingkan produktivitas pembuatan lubang tanam per hari, dan membandingkan waktu yang dibutuhkan untuk membuat satu lubang tanam. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-komparatif dengan data yang diperoleh melalui observasi dan pencatatan data primer dan sekunder. Analisis dilakukan dengan membandingkan biaya, produktivitas, dan waktu kerja kedua metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya pembuatan lubang tanam menggunakan hole digger lebih rendah berdasarkan biaya per hektar, yaitu Rp777.672/ha dibandingkan metode manual sebesar Rp810.410/ha. Produktivitas hole digger mencapai 1.200 lubang/hari, sedangkan metode manual 134 lubang/hari. Waktu pembuatan satu lubang menggunakan hole digger sekitar 21 detik, sedangkan metode manual 25 menit. Dengan demikian, hole digger lebih efisien dari aspek biaya per hektar, produktivitas, dan waktu pengerjaan.