Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Board Independence, Sales Growth, dan Capital Intensity terhadap Kinerja Keuangan pada Perusahaan Industri Pengolahan Makanan yang terdaftar di BEI Tahun 2020-2024 Ayu Juhariah; Muhammad Taufik Aziz; Fitriya Sari
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13444

Abstract

Kinerja keuangan merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kemampuan perusahaan mengelola sumber daya dan menghasilkan laba secara efektif. Pada perusahaan industri pengolahan makanan, kinerja keuangan dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang berkaitan dengan tata kelola perusahaan maupun aktivitas operasional dan investasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Board Independence, Sales Growth, dan Capital Intensity terhadap kinerja keuangan perusahaan industri pengolahan makanan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang bersumber dari laporan tahunan dan laporan keuangan perusahaan. Pemilihan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling, sehingga diperoleh 19 perusahaan dengan jumlah 95 observasi selama periode penelitian. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Board Independence berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan yang diproksikan dengan Return on Assets (ROA). Sales Growth tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan, sedangkan Capital Intensity berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja keuangan. Secara simultan, Board Independence, Sales Growth, dan Capital Intensity berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,268 menunjukkan bahwa ketiga variabel independen mampu menjelaskan 26,8% variasi kinerja keuangan, sedangkan 73,2% dipengaruhi faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menegaskan pentingnya efektivitas pengawasan, pengelolaan pertumbuhan penjualan, dan optimalisasi aset tetap dalam mendukung kinerja keuangan perusahaan