Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Persepsi Kualitas dan Kesadaran Merek terhadap Brand trust yang Dimoderasi oleh Isu Overclaim pada Produk Daviena Putri Paradila Ayu Goisani; Baiq Dinna Widiyasti; Putri Amalia Wardi; Stevany Hanalyna Dethan; M. Chothibul Umam Assa’ady
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13542

Abstract

Industri skincare yang berkembang pesat membuat konsumen semakin memperhatikan kualitas, pengenalan merek, dan kredibilitas informasi sebelum memberikan kepercayaan kepada suatu merek. Pada produk Daviena, munculnya isu overclaim menimbulkan persoalan mengenai kesesuaian antara klaim pemasaran dan persepsi konsumen terhadap produk. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh persepsi kualitas dan kesadaran merek terhadap brand trust serta menguji peran isu overclaim sebagai variabel moderasi pada konsumen produk Daviena di Kota Mataram. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis deskriptif asosiatif. Data primer diperoleh melalui kuesioner berskala Likert dari 100 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Responden merupakan pengguna produk Daviena yang berdomisili di Kota Mataram, berusia 17–45 tahun, pernah menggunakan produk Daviena dalam enam bulan terakhir, dan mengetahui isu overclaim yang berkaitan dengan Daviena. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui SmartPLS 4 dan prosedur bootstrapping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kualitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand trust, demikian pula kesadaran merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand trust. Overclaim terbukti memoderasi hubungan persepsi kualitas terhadap brand trust secara negatif, sedangkan pada hubungan kesadaran merek terhadap brand trust arah moderasinya positif. Model penelitian menghasilkan R-square brand trust sebesar 0,831, sehingga konstruk dalam model mampu menjelaskan 83,1% variasi brand trust. Temuan ini menunjukkan pentingnya konsistensi kualitas, penguatan kesadaran merek, dan komunikasi klaim produk yang akurat dalam mempertahankan kepercayaan konsumen.