Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Kompetensi Penyuluh Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian di Kabupaten Garut, Jawa Barat Herry Pramono; Anna Fatchiya; Dwi Sadono
Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 2 (2017): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.98 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v13i2.16128

Abstract

Pemerintah telah menetapkan target swasembada berkelanjutan padi, jagung dan kedelai yang harus dicapai pada tahun 2018. Kegiatan penyuluhan pertanian merupakan salah satu upaya untuk mencapai target tersebut. Salah satu kendala dalam kegiatan penyuluhan pertanian adalah jumlah tenaga penyuluh pertanian yang masih sangat kurang sehingga pemerintah merekrut penyuluh Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL TBPP). Kompetensi penyuluh sangat dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan penyuluhan karena merupakan kemampuan untuk melaksanakan kegiatan yang dilandasi pengetahuan dan keterampilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kompetensi penyuluh THL TBPP dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode survei yang dilakukan di Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat. Data dikumpulkan secara sensus pada 119 penyuluh THL TBPP. Secara umum, kompetensi penyuluh THL TBPP berada dalam kategori rendah (57,80%)  memiliki nilai kompetensi rata-rata 32,49. Hasil analisis menggunakan model regresi menemukan bahwa pemahaman kebutuhan petani dipengaruhi oleh motivasi, pemahaman komunikasi yang efektif dipengaruhi oleh jumlah pelatihan, jumlah desa dan motivasi. Secara keseluruhan kompetensi penyuluh THL TBPP dipengaruhi oleh faktor jumlah kelompok tani binaan, jumlah desa binaan dan motivasi.Kata kunci: kelompok tani, kompetensi, motivasi, penyuluh THL TBPP
Pelatihan Kerajinan Decoupage Sebagai Cara untuk Menumbuhkan Budaya Literasi Kaum Perempuan Clara R.P. Ajisuksmo; Nilla S.D. Iustitiani; Herry Pramono
ABDIMAS DEWANTARA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.767 KB) | DOI: 10.30738/ad.v2i2.4362

Abstract

Ada dua tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan ini, yaitu pertama membekali kaum perempuan dengan keterampilan membuat kerajinan decoupage yang dapat dijadikan modal untuk membuat usaha guna meningkatkan ekonomi keluarga. Kedua, kegiatan ini bertujuan untuk mendorong rasa ingin tahu kaum perempuan tentang kerajinan decoupage dengan cara mencari informasi dari bacaan yang ada di perpustakaan. Kegiatan pelatihan ini dilakukan di Taman Baca Masyarakat Kampung Buku, Kelurahan Ciracas, Kecamatan Cibubur, dan berlangsung dalam satu kali pertemuan dari pukul 08.00 sampai dengan 12.00. Peserta pelatihan terdiri dari 27 orang ibu dan remaja perempuan yang tinggal di sekitar TBM Kampung Buku Cibubur. Pelatihan difasilitasi oleh seorang alumni Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya yang merupakan pengusaha kerajinan tangan decoupage, dan dibantu oleh dosen dan mahasiswa Unika Atma Jaya sebagai fasilitator pendamping. Secara umum, hasil dari kegiatan ini tidak dapat diukur dengan menggunakan angka. Hasil dari kegiatan ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan pada peserta untuk membuat kerajinan tangan decoupage dan keingintahuan mereka dengan mencari informasi dari buku yang ada di perpustakaan.Kata kunci: taman baca, decoupage, kerajinan, perempuan
Memanusiakan Ekonomi Melalui Pemikiran Amartya Sen dan Karl Polanyi Aryanindita, Gabriel P; Pramono, Herry
EQUILIBRIUM - Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol. 17 No. 2 (2023): EQUILIBRIUM - Jurnal Bisnis dan Akuntansi (EJBA)
Publisher : Universitas Kristen Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61179/ejba.v17i2.505

Abstract

Ekonomi seringkali dipisahkan dari etika dan moral karena perkembangan aliran positivime ilmu ekonomi. Positivime yang bersandar pada data membuat ekonomi seolah-oleh menjauh dari etika dan moral kehidupan. Amartya Sen terkenal dengan pola pemikiran bahwa ekonomi pasar bebas merupakan akibat pemisahan ekonomi dari dimensi etik dan moral. Polanyi adalah satu satu pemikir yang berupaya untuk merangkaikan kembali ekonomi dengan variabel sosio-budaya sehingga variabel-variabel tersebut dapat meningkatkan produktivitas. Dua pemikir ini memungkinkan terbukanya ekonomi terhadap ilmu lain, seperti layaknya manusia yang memerlukan manusia lain untuk hidup.
Presentasi Mahasiswa di Perguruan Tinggi: Pengucapan dan Pemakaian Bahasa Indonesia Berbasis Penilaian Diri Sendiri: Indonesian Pronunciation and Language Use in University Student Presentations: A Self-Assessment Approach Wijayanti, Sri Hapsari; Panjaitan, Yunia; Pramono, Herry
JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 5 No. 02 (2025): Artikel Riset Periode November 2025
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jbsi.v5i02.7346

Abstract

Oral speaking skills, particularly presentation skills, are continuously developed and improved throughout higher education so that students gain courage, confidence, and the ability to articulate their thoughts and opinions to others. Presentation skills are also a key requirement for university graduates entering the professional world. This study aims to examine students’ spoken utterances and oral language use during academic presentations at a private university in Jakarta, Indonesia. The research employs both qualitative and quantitative descriptive approaches. Data collection was conducted from May to July 2025, involving 122 student respondents. Qualitative data were obtained through observation and documentation in the form of recorded presentation videos. Quantitative data were collected using a Likert-scale questionnaire with four response options ranging from strongly disagree to strongly agree. The findings indicate that in the aspect of speaking, more than 50% of the respondent's paid attention to clarity of articulation, emphasized important words, and adjusted their speech so it was neither too loud nor too soft. Additionally, more than 70% acknowledged that they regulated their volume appropriately and avoided monotonous intonation. However, regarding the use of formal Indonesian, 66% of respondents still mixed formal Indonesian with colloquial or conversational language; 44% continued to insert English words; and 35% still confused the use of the pronouns kita and kami. The study concludes that presentations in higher education are not merely the act of delivering material but also require careful control of stress, intonation, rhythm, and tempo, as well as the appropriate use of formal spoken Indonesian.
The effect of antecedent variables to improve performance while working from home: Study of teachers at private school in Greater Jakarta Sylvia Diana Purba; Herry Pramono; Diona Christy; Yusman Yacob; Efendi Efendi
Jurnal Manajemen dan Pemasaran Jasa Vol. 17 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/v17i1.18251

Abstract

During the pandemic, many work activities were carried out online, which was called Work from Home (WFH). Likewise, teaching and learning activities in schools are also affected by the online system in the distance teaching and learning process. This research was conducted during the pandemic to determine job satisfaction and performance of teachers with the job characteristic model, subjective well-being, and work climate as variable antecedents during WFH work where job satisfaction is a mediating variable in improving performance. The research was carried out at a private school foundation in the surrounding area of ​​Jakarta. The research respondents were 118 teachers using a convenience data sampling technique using a questionnaire with a Likert scale. The research model uses SEM and data is processed with PLS version 3.0 software. Job Characteristics significantly increase job satisfaction and job performance. Subjective Well-Being can increase Job satisfaction but cannot increase Job Performance, whereas Job satisfaction can fully mediate Subjective Well-Being in increasing Job Performance. On the other hand, job satisfaction can mediate job characteristics on job performance, but not as strongly because the direct influence is stronger. Likewise, at the marginal level, work climate can increase job satisfaction but cannot increase job performance and job satisfaction cannot mediate the influence of work climate on job performance.