Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Kerajinan Decoupage Sebagai Cara untuk Menumbuhkan Budaya Literasi Kaum Perempuan Clara R.P. Ajisuksmo; Nilla S.D. Iustitiani; Herry Pramono
ABDIMAS DEWANTARA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.767 KB) | DOI: 10.30738/ad.v2i2.4362

Abstract

Ada dua tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan ini, yaitu pertama membekali kaum perempuan dengan keterampilan membuat kerajinan decoupage yang dapat dijadikan modal untuk membuat usaha guna meningkatkan ekonomi keluarga. Kedua, kegiatan ini bertujuan untuk mendorong rasa ingin tahu kaum perempuan tentang kerajinan decoupage dengan cara mencari informasi dari bacaan yang ada di perpustakaan. Kegiatan pelatihan ini dilakukan di Taman Baca Masyarakat Kampung Buku, Kelurahan Ciracas, Kecamatan Cibubur, dan berlangsung dalam satu kali pertemuan dari pukul 08.00 sampai dengan 12.00. Peserta pelatihan terdiri dari 27 orang ibu dan remaja perempuan yang tinggal di sekitar TBM Kampung Buku Cibubur. Pelatihan difasilitasi oleh seorang alumni Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya yang merupakan pengusaha kerajinan tangan decoupage, dan dibantu oleh dosen dan mahasiswa Unika Atma Jaya sebagai fasilitator pendamping. Secara umum, hasil dari kegiatan ini tidak dapat diukur dengan menggunakan angka. Hasil dari kegiatan ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan pada peserta untuk membuat kerajinan tangan decoupage dan keingintahuan mereka dengan mencari informasi dari buku yang ada di perpustakaan.Kata kunci: taman baca, decoupage, kerajinan, perempuan
Memanusiakan Ekonomi Melalui Pemikiran Amartya Sen dan Karl Polanyi Aryanindita, Gabriel P; Pramono, Herry
EQUILIBRIUM - Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol. 17 No. 2 (2023): EQUILIBRIUM - Jurnal Bisnis dan Akuntansi (EJBA)
Publisher : Universitas Kristen Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61179/ejba.v17i2.505

Abstract

Ekonomi seringkali dipisahkan dari etika dan moral karena perkembangan aliran positivime ilmu ekonomi. Positivime yang bersandar pada data membuat ekonomi seolah-oleh menjauh dari etika dan moral kehidupan. Amartya Sen terkenal dengan pola pemikiran bahwa ekonomi pasar bebas merupakan akibat pemisahan ekonomi dari dimensi etik dan moral. Polanyi adalah satu satu pemikir yang berupaya untuk merangkaikan kembali ekonomi dengan variabel sosio-budaya sehingga variabel-variabel tersebut dapat meningkatkan produktivitas. Dua pemikir ini memungkinkan terbukanya ekonomi terhadap ilmu lain, seperti layaknya manusia yang memerlukan manusia lain untuk hidup.
Presentasi Mahasiswa di Perguruan Tinggi: Pengucapan dan Pemakaian Bahasa Indonesia Berbasis Penilaian Diri Sendiri: Indonesian Pronunciation and Language Use in University Student Presentations: A Self-Assessment Approach Wijayanti, Sri Hapsari; Panjaitan, Yunia; Pramono, Herry
JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 5 No. 02 (2025): Artikel Riset Periode November 2025
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jbsi.v5i02.7346

Abstract

Oral speaking skills, particularly presentation skills, are continuously developed and improved throughout higher education so that students gain courage, confidence, and the ability to articulate their thoughts and opinions to others. Presentation skills are also a key requirement for university graduates entering the professional world. This study aims to examine students’ spoken utterances and oral language use during academic presentations at a private university in Jakarta, Indonesia. The research employs both qualitative and quantitative descriptive approaches. Data collection was conducted from May to July 2025, involving 122 student respondents. Qualitative data were obtained through observation and documentation in the form of recorded presentation videos. Quantitative data were collected using a Likert-scale questionnaire with four response options ranging from strongly disagree to strongly agree. The findings indicate that in the aspect of speaking, more than 50% of the respondent's paid attention to clarity of articulation, emphasized important words, and adjusted their speech so it was neither too loud nor too soft. Additionally, more than 70% acknowledged that they regulated their volume appropriately and avoided monotonous intonation. However, regarding the use of formal Indonesian, 66% of respondents still mixed formal Indonesian with colloquial or conversational language; 44% continued to insert English words; and 35% still confused the use of the pronouns kita and kami. The study concludes that presentations in higher education are not merely the act of delivering material but also require careful control of stress, intonation, rhythm, and tempo, as well as the appropriate use of formal spoken Indonesian.