Penelitian ini menganalisis kemampuan siswa kelas satu sekolah dasar saat melakukan kegiatan menulis permulaan, khususnya terkait keterampilan grafomotorik dan kemampuan mengeja. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dan subjeknya sebanyak 29 siswa kelas satu di sebuah sekolah dasar di Kabupaten Purwakarta. Subjek penelitian dipilih dengan menggunakan teknik sampling total, sedangkan pengumpulan data dilakukan melalui tiga teknik: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen observasi digunakan untuk mengukur beberapa aspek, antara lain: kerapian tulisan tangan, keterbacaan, ketepatan penggunaan huruf, postur tubuh saat menulis, penggunaan huruf kapital, pembentukan huruf, dan pemahaman kata, dengan memanfaatkan skala Likert 1-4, analisis data penelitian dilakukan melalui tiga langkah: penyederhanaan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa keterampilan menulis awal siswa secara umum berada dalam kategori tinggi hingga sangat tinggi. Aspek sikap menulis memperoleh persentase tertinggi sebesar 85% dan aspek susunan huruf sebesar 81% yang termasuk kategori sangat tinggi. Sementara itu, aspek kerapian tulisan tangan memperoleh persentase 67%, kejelasan tulisan 73%, ketepatan huruf 75%, penggunaan huruf kapital 76%, dan pemahaman kata 76% yang termasuk kategori tinggi. Berdasarkan hasil analisis, dapat diketahui bahwa sebagian besar siswa telah memiliki keterampilan menulis dasar yang memadai. Namun, mereka masih menghadapi tantangan dalam aspek grafomotorik dan pengejaan. Faktor yang menyebabkan kesulitan tersebut antara lain rendahnya keterampilan motorik halus., kurangnya latihan menulis, dan kesiapan siswa untuk belajar. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi para guru dalam merancang metode pengajaran yang lebih efektif untuk pembelajaran menulis tingkat pemula di sekolah dasar.