This Author published in this journals
All Journal eCo-Buss
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Rasio Keuangan Profitabilitas, Likuiditas, dan Solvabilitas Terhadap Harga Saham Pertambangan Batu Bara di BEI tahun 2022-2025 Dwi Khalimatul Arifah; Bulan Karima Nurani
eCo-Buss Vol. 9 No. 1 (2026): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v9i1.3913

Abstract

Emiten subsektor batu bara yang tercatat di Bursa Efek Indonesia merupakan kelompok perusahaan yang nilai sahamnya kerap bergerak mengikuti ritme harga komoditas global dan sentimen makroekonomi yang melingkupinya. Berangkat dari ketidakselarasan hasil riset terdahulu, studi ini dirancang untuk mengkaji sejauh mana kondisi fundamental keuangan yang direpresentasikan oleh Return on Assets (ROA), Current Ratio (CR), dan Debt to Equity Ratio (DER) berperan dalam membentuk harga saham emiten tambang batubara yang aktif di BEI sepanjang 2022-2025. Paradigma kuantitatif bercorak asosiatif dipilih sebagai pendekatan utama penelitian. Pengambilan sampel dijalankan melalui mekanisme purposive sampling, sementara penghimpunan data bertumpu pada dokumentasi laporan keuangan tahunan yang dirilis secara terbuka oleh masing-masing emiten. Proses analitik mencakup serangkaian verifikasi asumsi klasik yang diikuti oleh estimasi regresi linear berganda. Dari hasil uji-t, terkuak bahwa CR sebagai proksi likuiditas terbukti memberikan tekanan positif yang signifikan secara parsial terhadap pergerakan harga saham (t=4,600; sig=0,000 < 0,05). Sebaliknya, ROA (t=0,127; sig=0,900 > 0,05) maupun DER (t=1,659; sig=0,106 > 0,05) tidak mampu menunjukkan dampak yang bermakna secara statistik secara individual. Kendati demikian, ketika diuji secara bersama-sama, ketiga variabel secara kolektif terbukti berpengaruh signifikan terhadap harga saham (F=8,277; sig=0,000 < 0,05). Melalui lensa signaling theory, temuan ini mengisyaratkan bahwa partisipan pasar di sektor batubara menaruh perhatian utama pada informasi kecukupan likuiditas jangka pendek sebagai pijakan evaluasi, sedangkan fluktuasi profitabilitas dan rekomposisi struktur utang cenderung disambut secara netral cerminan dari kesadaran kolektif investor bahwa performa industri ini pada dasarnya ditentukan oleh dinamika harga komoditas di pentas global.