Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN MASLAHAH MURSALAH DALAM LEGISLASI ISLAM KONTEMPORER: ANALISIS MAZHAB DAN IMPLIKASI KEBIJAKAN Irsyad Al Fikri Ys; Asep Fu'ad
Equality: Journal of Islamic Law (EJIL) Vol. 3 No. 2 (2025): Equality: Journal of Islamic Law (EJIL)
Publisher : Islamic Law Doctoral Study Programme, Postgraduate UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ejil.v3i2.1936

Abstract

Hukum Islam dituntut untuk tetap relevan dalam menghadapi kompleksitas kehidupan modern, termasuk dalam aspek sosial, ekonomi, dan politik. Namun, banyak permasalahan kontemporer yang tidak memiliki dasar eksplisit dalam Al-Qur’an dan Hadis, sehingga diperlukan metode hukum yang dapat mengakomodasi perubahan tanpa meninggalkan prinsip syariah. Maslahah mursalah menjadi satu di antara instrumen dalam ushul fiqh yang menawarkan solusi dengan mempertimbangkan kemaslahatan umum (maslahah ‘ammah). Meski demikian, penerapan­nya masih menjadi perdebatan di kalangan ulama karena kurangnya standar baku dalam menentukan validitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana maslahah mursalah dikonstruksi dan diterapkan dalam sistem hukum Islam modern serta mengidentifikasi tantangan metodologis yang dihadapinya. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan studi kepustakaan, penelitian ini berupaya menggali kembali perspektif klasik dan kontemporer terkait maslahah mursalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mazhab Maliki dan Hanbali lebih akomodatif terhadap konsep ini dibandingkan mazhab Syafi’i yang lebih restriktif (membatasi). Implementasi maslahah mursalah dapat ditemukan dalam ekonomi Islam, hukum keluarga, kebijakan publik, dan teknologi. Namun, masih terdapat kesenjangan dalam metodologi penerapannya, sehingga diperlukan formulasi hukum yang lebih sistematis agar tetap sejalan dengan maqashid al-shari’ah dan prinsip dasar syariah. Kebaruan penelitian ini terletak pada penegasan pentingnya pembakuan metodologi penerapan maslahah mursalah dalam konteks hukum modern, terutama dalam bidang ekonomi Islam, hukum keluarga, kebijakan publik, hingga teknologi. Penelitian ini berkontribusi dalam menawarkan kerangka konseptual yang lebih sistematis untuk antara maslahah mursalah dengan maqashid al-shari’ah, upaya mendorong formulasi hukum Islam yang lebih responsif, kontekstual, dan berorientasi pada kemaslahatan umat secara berkelanjutan.
Semantic Study Interlingual Analysis on the Accuracy of Translation of the Quran into the Dayak Kanayatn Language Hepni Putra; Ica Fauziah Husnaini; Diaz Ataya Larsen Wijaya; Nadia Rahmattika; Irsyad Al Fikri Ys
AL QUDS : Jurnal Studi Alquran dan Hadis Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/alquds.v10i2.16404

Abstract

This study aims to analyze the accuracy of the meaning of words in the Qur'an Translation of Dayak Kanayatn (QT BDK) using interlingual semantic analysis. The main problem focuses on how the lexical equivalents in QT BDK accurately represent the meaning of the Qur'an, both grammatically and contextually. This research is a qualitative study with a literature study that uses QT BDK and native Dayak Kanayatn speakers as primary data sources, especially converts in West Kalimantan. Secondary data includes official translations of the Qur'an, Arabic dictionaries, mu'jam, and books of tafsir. Data analysis was carried out by descriptive-analytical techniques through four stages: object determination, data limitation and selection, lexical decomposition, and comparative analysis with primary and secondary sources. This study examined 37 words in Juz 30 and found three main categories: (1) redaction of words that differ but have the same meaning (musytarak), (2) words that are the same but have different meanings contextually, and (3) grammatical words. The results of the study show that QT BDK is able to apply lexical-contextual semantic principles consistently and contains interlingual principles while maintaining the fidelity of the meaning of the verse and adjusting to the nuances of the Dayak Kanayatn speakers' culture. These findings suggest that BDK QT translations have a strong tendency for accuracy and indicate linguistic-cultural relevance, although some aspects still require further verification to ensure consistency of meaning in various verse contexts