This Author published in this journals
All Journal Manfish Journal
Hendi Santoso
Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam dan Kelautan, Universitas OSO, Pontianak, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemanfaatan Elektrolit Air Laut Sebagai Sumber Energi Listrik Alternatif untuk Penerangan Lampu Nelayan di Desa Kemboja Pulau Maya Kayong Utara Kamsiah; Hendi Santoso; Zan Zibar; Rizqan Khairan Munandar; Robin Saputra; Dodi
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 7 No 1 (2026): MANFISH JOUNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan energi listrik masih menjadi kebutuhan penting dalam mendukung aktivitas nelayan di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Pemanfaatan air laut sebagai elektrolit pada sistem sel elektrokimia berpotensi menjadi salah satu alternatif dalam menghasilkan energi listrik skala kecil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan elektrolit air laut sebagai sumber energi listrik alternatif untuk penerangan lampu nelayan menggunakan sel elektrokimia berbasis elektroda tembaga–magnesium (Cu–Mg). Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan variasi salinitas elektrolit sebesar 14‰ (uji Lapangan di Desa Kemboja), 17‰, dan 20‰ (uji Laboratorium). Parameter yang diamati meliputi tegangan tanpa beban, tegangan berbeban, arus listrik, daya listrik, energi listrik, dan intensitas cahaya lampu LED, dengan setiap pengujian dilakukan sebanyak tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi salinitas memengaruhi kinerja sel elektrokimia. Salinitas 17‰ menghasilkan kinerja terbaik dengan tegangan tanpa beban awal sebesar 5,30 V, tegangan berbeban sebesar 2,64 V, arus listrik sebesar 19,12 mA, daya maksimum sebesar 0,0505 W, energi listrik sebesar 0,0252 Wh, serta intensitas cahaya awal tertinggi sebesar 954 lux. Sementara itu, pada salinitas 20‰, meskipun diperoleh arus awal sebesar 17,73 mA dan intensitas cahaya awal sebesar 893 lux, kinerja sistem cenderung mengalami penurunan lebih cepat selama periode pengujian. Hasil tersebut menunjukkan bahwa, berdasarkan parameter kinerja yang diamati, salinitas 17‰ memberikan performa paling baik di antara perlakuan yang diuji.