Artificial Intelligence (AI) semakin digunakan guru untuk mempercepat produksi dan diversifikasi sumber belajar, tetapi penggunaannya dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) memerlukan kontrol pedagogis dan validasi keilmuan yang ketat. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses integrasi AI dalam pengembangan sumber belajar PAI di SMP Negeri 1 Bumi Agung, dengan perhatian khusus pada fungsi AI, mekanisme validasi guru, implementasi sumber belajar, respons peserta didik, dan kendala penerapan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi pembelajaran, dan dokumentasi terhadap guru PAI, pihak sekolah, dan peserta didik yang dipilih secara purposif. Analisis dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan; kredibilitas diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI dimanfaatkan sebagai asisten pengembangan sumber belajar untuk menghasilkan alternatif penjelasan, menyederhanakan materi, membuat contoh kontekstual, pertanyaan pemantik, latihan soal, rangkuman, dan bahan presentasi. Guru tidak menggunakan keluaran AI secara mentah, terutama untuk ayat Al-Qur'an, hadis, hukum Islam, dan konsep keagamaan, tetapi melakukan seleksi, penyuntingan, kontekstualisasi, serta pengecekan kepada sumber yang dianggap lebih otoritatif. Sumber belajar berbantuan AI digunakan secara komplementer bersama buku teks dan penjelasan guru, serta berkaitan dengan aktivitas diskusi dan keterlibatan peserta didik yang lebih variatif. Kendala mencakup jaringan, literasi digital, waktu verifikasi, dan potensi ketidakakuratan informasi. Temuan menegaskan model integrasi AI yang teacher-governed dan human-in-the-loop: AI memperluas kapasitas produksi sumber belajar, sedangkan guru mempertahankan kendali atas tujuan, akurasi, relevansi pedagogis, dan kesesuaian nilai Islam.