Kreativitas anak usia dini berkembang ketika anak memperoleh kesempatan untuk mengeksplorasi material, menghasilkan kemungkinan yang beragam, melakukan percobaan, dan mengekspresikan gagasan tanpa terlalu dibatasi oleh contoh produk yang seragam. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana penggunaan loose parts mendukung proses kreativitas anak usia dini di Cendekia Insani Lampung serta menganalisis peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang terbuka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi aktivitas anak, wawancara semi-terstruktur dengan guru, dan dokumentasi kegiatan serta hasil karya. Analisis dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan/verifikasi kesimpulan; keabsahan temuan diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa loose parts memberikan ruang bagi anak untuk memilih material, memberi makna baru pada benda, mengombinasikan serta memodifikasi susunan, mencoba kembali ketika mengalami kegagalan, dan menghasilkan karya yang beragam. Proses tersebut merefleksikan dimensi kreativitas berupa fluency, flexibility, originality, dan elaboration serta memunculkan pengalaman problem solving. Guru berperan sebagai fasilitator melalui penyediaan material, pertanyaan pemantik, pemberian waktu untuk mencoba, bantuan yang tidak mengambil alih proses, dan apresiasi terhadap proses kreatif. Temuan menegaskan bahwa efektivitas loose parts tidak hanya terletak pada karakter material yang terbuka, tetapi pada interaksi antara affordance material, agensi anak, eksplorasi iteratif, dan scaffolding guru. Loose parts dengan demikian dapat diposisikan sebagai lingkungan belajar terbuka yang mendukung kreativitas secara aktif, bermakna, dan berpusat pada anak.