Deny Permana
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Profil Cedera Pada Atlet Rugby X Putra Kabupaten Rembang Pasca Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi 2026 Deny Permana; Anugrah Nur Warthadi; Nur Subekti
Jurnal Ilmiah STOK Bina Guna Medan Vol. 14 No. 3 (2026): JURNAL ILMIAH STOK BINA GUNA MEDAN (IN-PRESS)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jsbg.v14i3.6530

Abstract

Cedera merupakan salah satu masalah yang sering terjadi dalam olahraga kontak, termasuk Rugby yang dikenal sebagai olahraga dengan intensitas tinggi dan banyak melibatkan kontak fisik antarpemain. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi profil cedera yang dialami atlet Rugby X putra Kabupaten Rembang setelah babak kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi 2026 berdasarkan waktu terjadinya, mekanisme, lokasi, jenis cedera, serta dampaknya terhadap waktu bermain yang hilang. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan subjek atlet Rugby X putra Kabupaten Rembang yang mengalami cedera selama babak kualifikasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cedera lebih sering terjadi saat kompetisi (89%) dengan penyebab utama kontak langsung antarpemain (78%). Lokasi cedera yang paling banyak ditemukan adalah lutut (46%), sedangkan jenis cedera yang dominan berupa lecet (60%) dan memar superfisial (30%). Sebagian besar atlet mengalami kehilangan waktu bermain selama dua hari (67%). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa cedera pada atlet Rugby X putra Kabupaten Rembang didominasi oleh kontak fisik saat pertandingan dengan tingkat keparahan relatif rendah. Upaya pencegahan perlu difokuskan pada peningkatan teknik tackling, penguatan kondisi fisik, serta pemantauan cedera secara berkala untuk mengurangi risiko cedera pada kompetisi berikutnya.