Era Pendidikan 4.0 menuntut integrasi teknologi digital secara masif dalam proses pembelajaran, sehingga kesiapan mahasiswa dalam mengoptimalkan teknologi menjadi faktor penentu keberhasilan belajar. Meskipun akses terhadap perangkat dan internet semakin luas, kepemilikan teknologi belum otomatis berbanding lurus dengan kemampuan pemanfaatannya secara produktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapan mahasiswa dalam mengoptimalkan teknologi digital sebagai penunjang pembelajaran serta menguji hubungan antara literasi digital, akses teknologi, dan efikasi diri dengan kesiapan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis survei deskriptif dan korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup berskala Likert yang disebarkan kepada 320 mahasiswa yang dipilih dengan teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis korelasi Pearson serta regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapan mahasiswa berada pada kategori sedang menuju tinggi (rerata 3,78 dari 5), dengan dimensi akses teknologi paling tinggi dan dimensi kemampuan evaluasi informasi paling rendah. Analisis korelasi menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara literasi digital (r = 0,64), efikasi diri (r = 0,58), dan akses teknologi (r = 0,41) dengan kesiapan mahasiswa. Secara simultan, ketiga variabel berkontribusi sebesar 52,3% terhadap kesiapan mahasiswa. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan literasi digital dan efikasi diri lebih menentukan daripada sekadar ketersediaan perangkat. Penelitian ini merekomendasikan penguatan program literasi digital terintegrasi kurikulum untuk meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi pembelajaran di era Pendidikan 4.0.